Annyeong readers… It’s me… with 2nd blog…
hahaha…
This is My First story before Who Will I’ll Choose?… Dimohon saran dan kritikannya ya… Hope you like it..
Title : I’am Still Lovin’ You
Author : Raras a.k.a Park Hyun Mi
Art Poster –> Raras Art
Visit : http://hannahcloudsyurisistable.wordpress.com
Cast :
- Kwon Yuri (SNSD)
- Choi Minho (Shinee)
- Tiffany Hwang (SNSD)
- Shin Dongho (U-Kiss)
- Choi Siwon (Super Junior)
- Nickhun (2PM)
Notes : Cast akan bertambah dan berubah.
Disclaimer : Semua plot disini milik saya dan semua cast milik Tuhan kecuali Yesung dan Kyuhyun dan Minho *plakk*
General : PG 15
YURI POV
Bisa kurasakan terik matahari masuk melalui jendela kamarku. Ingin rasanya aku bangun dan menyudahi tidur panjang ini *maksudnya tidur mulai dari sore sampai pagi lagi*. Aku bangun dari tidurku lalu tiba-tiba.
“Auuuuuwwww, aduh sakit” ucapku setelah mengetahui bahwa aku berada di bawah meja lampu disebelah kasurku.
‘Ceklek (?)’ suara pintu kamar dibuka.
“Ya ampun Yuri, kamu tidur dibawah meja lagi. Kepentok lagi ya tuh kepala. Hahahahaha” ucap Tiffany yang tau akan kebisaan ku jatuh dari tempat tidur.
Tiffany adalah sepupuku yang cantik -ralat- sangat cantik. Andaikan aku lahir didunia ini dapat memilih mungkin aku akan memilih untuk lahir menjadi Tiffany. Selain sangat cantik dia juga pintar. Benar benar idaman semua pria. Tapi saat ini dia sudah berstatus ‘bertunangan’ dengan seorang pengusaha kaya yang bernama Choi Siwon.
“YA ! puas kau menertawaiku” ucapku sebal.
“Hahahaha Mianhae Yuri-sshi. Tapi kau lucu sekali dengan wajah merah menahan rasa sakit seperti itu, hahahahahahaha,” ucap Tifanny yang masih aja ketawa, bahkan kali ini ketawanya lebih keras.
“AAhhhh” ucapku sambil menahan sakit kepala
“Oiya didepan ada seorang yeoja yang menunggumu, cepatlah keluar” kata Tiffany.
“Yeoja ? siapa ? mau apa dia kemari ini kan masih pagi ? siapa namanya ? apa dia tidak punya sopan santun mengunjungi seseorang pagi-pagi begini. Aku kan masih ngantuk lagipula hari ini…..” ucapku terpotong.
“YA ! kalau kau mau marah dan ngomel-ngomel terus seperti Omma mu kapan kau akan menemui yeoja itu ?”
“Tiffany-sshi apa kau tidak tau yang kau sebut omma ku tukang ngomel adalah bibimu sendiri.” Ucapku kepadanya dengan sedikit ketus.
“Ne, mianhaeyo Ahjussi.” Ucapnya tak kalah ketus dengan ku.
“Ya ! Cari mati kau Tiffany” ucapku sambil berlari kearahnya.
Melihat apa yang akan kulakukan padanya Tiffany tidak tinggal diam, dia berlari menghindariku. Dan aku mengejarnya. Kami bermain kejar-kejaran mengelilingi seluruh tempat yang ada di lantai 2 rumahku lalu menuruni tangga mengitari meja makan dan melewati ruang tamu, karena terus mengejarnya aku tidak menyadari seseorang yang sedang duduk diruang tamu memperhatikan kami, aku berhenti mengejar Tiffany dan menengok siapa orang tersebut. Saat aku melihat manusia asing (?) tersebut akivitasku seketika terhenti. Aku memandang ke arah Tifanny. Kulihat dia menertawakanku. Aku masih tidak sadar dengan apa yang ada di depanku sekarang.
‘sialan aku dibohongi rupanya YA ! TIFFANY HWANG’ aku menjerit dalam pikiran ku sambil menggigit bibir bagian bawahku sengaja untuk menahan rasa marahku.
“Annyeonghaseyo Noona ,” ucap namja yang ada didepanku membuyarkan lamunanku untuk memarahi Tiffany.
Ya dia seorang namja bukan yeoja yang seperti Tiffany bilang tadi padaku. Namun masalahnya dia bukan hanya sembarang namja, dia adalah namja yang sangat special untukku.
“Aaahhhhhhhhhh” jeritku.
Dengan jurus “angin kencang menerbangkan burung puyuh (nah loh? Gak nyambung)” aku berlari kekamarku. Kalian tahu kenapa aku menjerit dan kenapa aku berlari kekamarku? aku bukan menjerit senang karena bertemu dengannya. Tapi karena aku bertemu dengannya disaat aku masih menggunakan piyama tidurku dan dengan dicampur bau ciri khas orang yang baru saja bangun tidur. Kalian tau sendiri kan gimana bau yang aku maksud ?
“Ini semua gara-gara Tiffany, kenapa dia gak bilang kalau yang datang itu dia,” ucapku kesal.
“Dia pasti puas menertawakanku sekarang, lihat saja Tiffany Hwang akan kubalas kau suatu hari nanti… hahahahaha,” ucapku dengan nada licik.
Setelah puas ngomong sendiri (?) aku pun bergegas mandi dan merias diriku secantik mungkin.
Oiya, kenalkan nama ku Kwon Yuri, saat ini aku berumur 22 tahun. Dalam umurku yang masih muda ini bisa dibilang aku sudah sukses. Eitsss… bukan termasuk sombong loh ya, karena itu memang kenyataannya. Saat ini aku menjabat sebagai seorang direktur di sebuah perusahaan punya ku sendiri. Sebenarnya kesuksesan ku ini juga dibantu oleh keluarga. Appa ku memberikanku hadiah sebuah perusahaan untukku sendiri pada saat aku lulus SMA dengan hasil yang memuaskan. Tapi aku benar-benar berusaha dan banting tulang dalam mengembangkan perusahaan ku ini. Makanya tulang ku sakit semua karena sering kubanting (readers : astaga Auhor ngelantur lagi dech !, author : hehe iya maaf-maaf). Jadi bisa dibilang aku adalah pengusaha muda yang sempurna karena selain aku kaya aku juga cantik dan banyak pria yang suka padaku (#narsis mode on#) seperti namja yang ada di bawah tadi. Dia bernama Shin Dongho. Sepertinya usia kami terpaut cukup jauh yaitu sekitar 5 tahun, tapi dia selalu mengejar aku terus. Ya maklumlah aku kan cantik dan perfect (*miahae kalau Yuri disini jadi narsis banget #readers ngamuk#*). Tapi cinta memang tidak bisa ditipu.
END YURI POV
AUTHOR POV
Sementara Yuri sedang dandan dikamar nya, Tiffany dan Dongho terlihat sedang berbincang-bincang.
“Bagaimana keadaanmu Dongho ?” Tiffany memulai percakapan.
“Baik-baik saja, Noona,” ucap Dongho dengan memasang senyum indahnya.
“Sudahlah jangan panggil aku Noona kau pikir aku setua Yuri apa ?” ucap Tiffany (kan emang tua Tiffany 5 bulan)
“Ne, Noona lalu aku harus memanggilmu apa?” ucap Dongho bingung.
“Fany atau Tiffany aja boleh kok,” ucap Tiffany dengan mengeluarkan eye smile-nya.
“Tapi Noona itu akan terlihat aku seperti tidak menghargaimu, aku juga takut pada tunanganmu bila tau bahwa aku memanggilmu dengan sebutan seperti itu,” ucap Dongho.
“Hem kau benar juga, baiklah kau boleh memanggilku apa saja,” ucap Tiffany sekali lagi dengan eye smile-nya. J
“Hei Dongho apa kau benar-benar menyukai sepupu ku ?” Tanya Tiffany yang masih tidak mengerti kenapa Dongho menyukai Yuri yang jelas-jelas Yuri lebih tua 5 tahun.
“Ne, Noona, aku benar-benar menyukaimu sepupumu. Rasanya setiap malam aku tidak bisa tidur karena terlalu sering memikirnya,” Dongho menggombal.
“Hem, kau bisa saja. Oiya Dongho, kalau kupikir kamu itu tidak cocok dengan Yuri, kamu pasti belum tahu kan sifat aslinya kalau ada dirumah. Mungkin bila kamu mengetahui sifat aslinya kamu akan berpikir berulang kali sebelum kamu benar-benar menyukainya,” ucap Tiffany seraya meyakinkan Dongho.
Dongho terlihat tidak memperhatikan Tiffany dia justru melihat kepada seseorang yang ada dibelakang Tiffany yang juga menatap kearahnya. Dongho tiba-tiba pucat saat mengetahui orang tersebut.
“Ya ! Tiffany Hwang ! Kau rupanya selalu menjebakku HAH !” ucap Yuri yang ternyata dia adalah orang yang ada di belakang Tiffany. Tiffany yang kaget mendengar suara tersebut segera membalikkan badannya dan kemudian tertawa kecil.
“Mianhaeyo Yuri-sshi, kau tau ? aku senang sekali menggodamu,” ucapnya lalu berdiri dan meninggalkan Yuri dan Dongho berada di ruang tamu berdua.
Yuri segera duduk disamping Dongho.
END AUTHOR POV
TIFFANY POV
Setelah puas mengerjai Yuri, aku pergi ke dapur meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. ‘Enak banget jadi Yuri, ada seseorang yang perhatian untuknya’ pikir ku dalam hati. Kenapa aku berpikir seperti itu ? karena walaupun sudah bertunangan tapi tunanganku itu selalu sibuk. Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku bertemu dengannya. Jujur saat ini aku sangat merindukannya.
Karena merasa haus kuambil gelas di tempat perabotan lalu mengambil botol coca cola dingin di kulkas. Kucoba buka tutup botol cocacola tersebut, tapi aku tidak berhasil. Aku mencari pembuka botol coca-cola tapi aku tidak menemukannya. Hingga akhirnya aku tidak melihat genengan air yang ada di depan ku. Lalu aku terpleset genangan air tesebut dan semuanya menjadi gelap. Aku tidak ingat apapun setelah itu.
Tapi tiba-tiba aku berada di sebuah tempat yang kukenal. Aku berada di depan sebuah gedung yang akan kugunakan menikah dengan tunangan ku suatu hari nanti. Aku memasuki gedung tersebut dan menelusuri setiap lorong-lorongnya lalu aku memasuki sebuah ruangan yang sudah kupesan sebelumnya bersama tunanganku Siwon. Di ruangan tersebut aku melihat sepasang kekasih yang sedang melaksanakan pernikahan. Banyak yang menghadiri pernikahan dan sepertinya mereka sangat bahagia. Kulangkahkan kaki untuk lebih mendekat kearah kedua pengantin tersebut dan melihat sebetapa bahagianya mereka. Setelah jarakku cukup dekat dengan mereka aku begitu terkejut melihat siapa yang sedang melaksanakan pernikahan. Dia adalah tunanganku, Choi Siwon bersama dengan seseorang yang tidak ku kenal. Tapi dia terlihat cantik mengenakan gaun tersebut. Tiba tiba aku merasakan ada seseorang yang mengguncang-ngguncangkan tubuhku. Aku membuka mataku perlahan-lahan dan melihat bahwa Yuri sudah ada di sampingku.
‘MIMPI ! ITU SEMUA HANYA MIMPI ! tapi kenapa terlihat begitu nyata ! apa karena aku terlalu sering mimikirkannya hingga ia hadir dalam mimpiku ? Apa karena dia jarang mengunjungiku hingga aku bermimpi seperti itu’ berbagai pertanyaan memasuki otakku.
“Tiffany-sshi kau tidak apa-apa kan ?” Tanya Yuri yang terlihat sangat cemas dan membuyarkan lamunanku.
“Ne, kau seperti tidak tau aku saja. Aku kan yeoja yang kuat,” ucapku kepada Yuri.
“Aiissh, kau itu selalu menyusahkan ku ya, kau tau tidak kalau badan mu itu berat sekali. Untung ada Nichkun oppa yang datang meminta makanan. Jadi kusuruh dia untuk menggendongmu sampai ke kamar mu,” ucap Yuri panjang lebar.
FLASHBACK
“PRANG” suara gelas yang dipegang Tiffany pecah dan suara tersebut membuat terkejut Yuri dan Dongho yang ada di ruang tamu.
Mereka lalu bergegas menuju suara tersebut dan sudah menemukan Tiffany tidak sadarkan diri.
“Astaga Tiffany, Hey Tiffany, Tiffany,” ucap Yuri sambil memukul-mukul kecil pipi Tiffany.
Dongho yang melihat pecahan gelas kaca segera mengambilnya untuk mencegah terjadi hal buruk (?). Tiba-tiba Nichkhun datang sambil membawa piring.
“Yuri, kau punya makanan tidak ? aku sangat lapar nih,” Nickhun tidak memperhatikan keadaan yang dialami Yuri, dia malah nyeleweng (?) masuk ke dalam dapur Yuri.
“YA ! OPPA APA KAU TIDAK LIAT BAGAIMANA KEADAAN KAMI ? SETIDAKNYA BANTU KAMI TERLEBIH DAHULU,” ucap Yuri dengan suara yang sangat keras.
“Eh?!? Kenapa Tiffani-sshi?” tanya Nickhun yang terlambat menyadari.
“Babo! Oppa tolong kau bawa Tiffany-sshi kekamarnya,”
“Tapi aku lapar,” kata Nichkun sambil merengek.
“Nanti aku beri kau makanan yang sangat banyak,” janji Yuri.
“Benar ya, asyik,” kata Nickhun senang.
Secepat kilat Nichkun berlari ke kamar Tiffany.
“Baiklah sekarang mana makanannya ?” ucap Nickhun manja.
Yuri hanya bisa menganga melihat yang dilakukan Nickhun.
END FLASHBACK
YURI POV
“Gomawo Yuri-sshi, kau sepupuku yang paling baik,” ucap Tiffany kepadaku.
“Memang dari dulu aku seperti itu kau saja yang tidak mengetahuinya,” ucapku sombong.
“Yuri-sshi apa kau sudah menghubungi Siwon tenang keadaan ku ?” ucap Tiffany kepadaku.
“OMG ! I’am forget to call Siwon, I’am so sorry Tiffany-sshi,” ucapku dengan bahasa Inggris. Walaupun bahasa Inggris ku tidak sebaik Tiffany tapi aku sudah biasa menggunakan bahasa Inggris untuk klient-klient dan rekan kerjaku.
“Ya sudah biar aku saja yang memberitahunya, mungkin nanti malam, aku takut dia masih sibuk dengan pekerjannya,” ucap Tiffany murung.
“Tiffany, waeyo ?” ucapku yang mengetahui raut wajah Tiffany tiba-tiba murung.
“Ani, oiya mana Dongho ? kenapa aku tidak melihatnya daritadi ?” ucap Tiffany mengalihkan pembicaraan. Aku tau Tiffany kau menyembunyikan sesuatu dari ku.
“Ooh Dongho sudah pulang,” ucapku kepadanya lalu aku menceritakan kejadian tadi kepada Tiffany.
END YURI POV
FLASHBACK AGAIN
“Ini semua makanan yang oppa inginkan. Asal oppa tau kalau oppa itu selalu merugikanku dan sekarang makanan yang ada di kulkas ku habis karena dirimu,” ucap Yuri pada Nickhun di meja makan. Terlihat Nichkun sudah menjulurkan lidahnya berkali-kali, ingin segera memakan semua makanan yang ada di depannya saat ini.
“Hey dengarkan aku dasar playboy cap rumah makan,” ucap Yuri meledek Nickhun. Nickhun yang sedari tadi tidak menghiraukan Yuri kini menatap Yuri dengan tatapan tajam. Menandakan bahwa Nichkun tidak suka dengan ucapan Yuri yang tadi. Nickhun berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Yuri.
“Apa yang kau bilang tadi ? apa kau lupa kalau aku ini oppa-mu,” ucap Nickhun sambil melangkah mendekati Yuri.
“A…ni… aku tidak bilang apa-apa,” ucap Yuri terbata-bata, sangat jelas terlihat ketakutan di wajah Yuri.
“YA ! Hyung apa yang akan kau lakukan kepada yeojachingu-ku ?” ucap Dongho yang tidak tinggal diam melihat tingkah Nickhun.
“Oh aku lupa bahwa saat ini ada namjachingu-nya Yuri, hem sungguh aku terkejut melihat levelmu turun Kwon Yuri. Kenapa kau mau dengan anak ingusan seperti dia,” ucap Nickhun sambil menunjuk-nunjuk kea rah Dongho.
“Hyung, aku tidak suka dengan ucapanmu tadi,” Dongho membela dirinya. Dongho mengaku kalau badannya tidak sebagus Nickhun ataupun Taecyon 2pm. Tapi untuk urusan pengetahuan tidak ada yang dapat mengalahkan Dongho. Lalu terdengar tawa terbahak-bahak keluar dari mulut Nickhun.
“Hahahahahahahahaha, Hey Kwon Yuri dan Shin Dongho sebaiknya kalian lihat tadi wajah kalian berdua sungguh menggelikan. Mianhae ya dongsaeng-dongsaeng ku, oppa dan hyungmu yang ganteng ini sudah mengerjai kalian. Tapi Yuri aku benar-benar tidak suka dengan ledekanmu tadi, jujur tadi aku benar-benar marah padamu tapi saat melihat wajahmu yang ketakutan aku jadi ingin tertawa tapi si Dongho ini malah ikut-ikutan membelamu jadi kulanjutkan saja sandiwaraku. Hahahahahaha kalian memang lucu. Pasangan yang bodoh,” ucap Nickhun panjang lebar.
“YA ! HYUNG ! OPPA,” ucap Yuri dan Dongho hampir bersamaan. Nickhun terkekeh melihat tingkah mereka.
“Sudah aku mau makan dulu,” ucap Nickhun dan meninggalkan Yuri dan Dongho. Mereka saling berpandangan.
“Noona sebaiknya aku pulang dan kita tidak usah bertemu dulu untuk waktu yang cukup lama,” ucap Dongho pada Yuri.
“Mwo ? apa kau marah pada Nickhun oppa ? tenang saja dia hanya bercanda,” ucap Yuri pada Dongho.
“Mianhae Noona, perkataan hyung menyadarkan ku bahwa aku masih belom pantas untuk berada disismu. Tapi jangan khawatir Noona aku akan kembali kepadamu. Dan saat aku kembali aku berjanji aku akan memiliki tubuh seperti Nickhun oppa. Supaya aku bisa menolongmu nanti,” ucap Dongho panjang lebar.
“Mwo ? aku masih tidak mengerti ! apa kau memutuskan ku ?”
“Tidak Noona, kita tidak putus dan kita tidak pernah putus. Aku hanya menyuruhmu untuk menunggu ku dan aku pasti akan kembali dan aku akan membalas semua perkataan hyung,” ucap Dongho.
“Sudah kubilangkan kalau oppa itu hanya bercanda, kau jangan terlalu mempercayainya,” ucap Yuri pada Dongho.
“Tenang saja Noona, aku yakin ini pasti jalan terbaik untuk kita,” Dongho masih bersikeras pada pendiriannya.
END FLASHBACK AGAIN
TIFFANY POV
“Hahahahahahaha, jadi Dongho bilang kalau dia menyuruhmu untuk menunggunya mempunyai tubuh seperti Nichkun oppa ?” ucapku sambil menahan tawa yang selalu ingin keluar setelah aku mendengar cerita Yuri.
“Yuri, Dongho itu terlalu polos untuk kau jadikan mangsa. Tidak tega aku melihatnya,” ucapku pada Yuri yang terlihat lesu.
“YA ! onnie aku tersinggung dengan perkataan mu. Aku itu benar-benar menyukainya dan aku menerima semua kekurangannya. Ini semua gara-gara Nickhun oppa,” ucap Yuri yang terlihat sangat kesal.
“Lalu sekarang Nickhun oppa mana ?” tanyaku.
“Hem, dia ada di ruang tamu lagi molor,” ucap Yuri yang masih Bad Mood.
Nickhun oppa adalah salah satu anggota boyband terkenal 2pm. Dan kami adalah tetangganya. Tapi walaupun begitu kami sudah seperti keluarga. Di rumah yang sebesar ini kami (read : Tiffany & Yuri) hanya tinggal berdua. Jadi terkadang Nickhun oppa tinggal dirumah kami hanya untuk menjaga kami atau bahkan hanya agar dapat makanan gratis. Maklum dirumah Nichkun oppa tidak ada yeoja jadi terkadang kamilah tumpuan hidupnya. Tapi tidak sering kami selalu dirugikan gara-gara nafsu makan Nickhun oppa yang gak ada abisnya. Walaupun begitu kami tetap menerimanya. Karena kami sahabat.
******
TIFFANY POV
Aku duduk di balkon lantai 2 untuk menikmati sunset yang hampir tidak terlihat karena tingginya gedung-gedung perkotaan. Kupegang hp ku bersiap untuk mengirim sms kepada oppaku. Aku akan memberitahunya tentang kejadian tadi siang. Aku ingin tau apakah dia masih sayang padaku atau tidak karena sudah lama kami lost contact.
To : My SweetOppa
Oppa, tadi aku pingsan karena terpeleset genangan air di dapur dan sekarang kepalaku masih sakit.
Tanpa a-i-u-e-o langsung ku send sms tersebut.
1 menit aku menunggu balasan dari oppaku.
2 menit berlalu tapi hpku masih diam tidak berbunyi apapun.
3 menit pun terlewati.
4 menit.
5 menit aku terus menunggu.
10 menit aku sudah lelah menunggu. Hingga akhirnya kuputuskan untuk turun dan menemui Yuri menonton tv dibawah. Hpku sengaja kutinggal diatas. ‘Untuk apa aku membawa hp bila tak ada manfaatnya’ pikir ku dalam hati.
END TIFFANY POV
AUTHOR POV
Sesaat setelah Tiffany turun. Hp Tiffany mengeluarkan suara khas untuk panggilan masuk
“My Love, My Kiss, My Heart
modu mudeodulge gaseumsok gipeun got Yeah~
One Love, One Kiss, To My Heart
modu ijeobolge modu da jiulge”
(PS. Lagu SJ KRY – My Love, My Kiss, My Heart)
END AUTHOR POV
******
YURI POV
‘Sebenarnya ? Siapa namja yang cocok untukku ? Kenapa setiap kali aku ingin mempunyai namjachingu aku selalu tidak mendapatkannya’ pikirku.
“Yuri,” teriak Tiffany di belakangku.
“Mwo?” tanyaku ketus.
“Bogoshippo Yuri-ah,” tiba-tiba Tiffany memelukku dari belakang.
“Jeongmal bogoshippo,” katanya yang kemudian kudengar suara isakannya.
Tiffany memelukku sambil menangis. Tidak ada yang bisa kulakukan untuknya saat ini kecuali memberikan tubuhku sebagai sandarannya.
TBC


































