I’am Still Lovin’ You (part 1)

Annyeong readers… It’s me… with 2nd blog… :)

hahaha…

This is My First story before Who Will I’ll Choose?… Dimohon saran dan kritikannya ya… Hope you like it..

Title : I’am Still Lovin’ You

Author : Raras a.k.a Park Hyun Mi

Art Poster –> Raras Art

Visit : http://hannahcloudsyurisistable.wordpress.com

Cast :

-          Kwon Yuri (SNSD)

-          Choi Minho (Shinee)

-          Tiffany Hwang (SNSD)

-          Shin Dongho (U-Kiss)

-          Choi Siwon (Super Junior)

-          Nickhun (2PM)

Notes : Cast akan bertambah dan berubah.

Disclaimer : Semua plot disini milik saya dan semua cast milik Tuhan kecuali Yesung dan Kyuhyun dan Minho *plakk*

General : PG 15

YURI POV

Bisa kurasakan terik matahari masuk melalui jendela kamarku. Ingin rasanya aku bangun dan menyudahi tidur panjang ini *maksudnya tidur mulai dari sore sampai pagi lagi*. Aku bangun dari tidurku lalu tiba-tiba.

“Auuuuuwwww, aduh sakit” ucapku setelah mengetahui bahwa aku berada di bawah meja lampu disebelah kasurku.

‘Ceklek (?)’ suara pintu kamar dibuka.

“Ya ampun Yuri, kamu tidur dibawah meja lagi. Kepentok lagi ya tuh kepala. Hahahahaha” ucap Tiffany yang tau akan kebisaan ku jatuh dari tempat tidur.

Tiffany adalah sepupuku yang cantik -ralat- sangat cantik. Andaikan aku lahir didunia ini dapat memilih mungkin aku akan memilih untuk lahir menjadi Tiffany. Selain sangat cantik dia juga pintar.  Benar benar idaman semua pria. Tapi saat ini dia sudah berstatus ‘bertunangan’ dengan seorang pengusaha kaya yang bernama Choi Siwon.

“YA ! puas kau menertawaiku” ucapku sebal.

“Hahahaha Mianhae Yuri-sshi. Tapi kau lucu sekali dengan wajah merah menahan rasa sakit seperti itu, hahahahahahaha,” ucap Tifanny yang masih aja ketawa, bahkan kali ini ketawanya lebih keras.

“AAhhhh” ucapku sambil menahan sakit kepala

“Oiya didepan ada seorang yeoja yang menunggumu, cepatlah keluar” kata Tiffany.

“Yeoja ? siapa ? mau apa dia kemari ini kan masih pagi ? siapa namanya ? apa dia tidak punya sopan santun mengunjungi seseorang pagi-pagi begini. Aku kan masih ngantuk lagipula hari ini…..” ucapku terpotong.

“YA ! kalau kau mau marah dan ngomel-ngomel terus seperti Omma mu kapan kau akan menemui yeoja itu ?”

“Tiffany-sshi apa kau tidak tau yang kau sebut omma ku tukang ngomel adalah bibimu sendiri.” Ucapku kepadanya dengan sedikit ketus.

“Ne, mianhaeyo Ahjussi.” Ucapnya tak kalah ketus dengan ku.

“Ya ! Cari mati kau Tiffany” ucapku sambil berlari kearahnya.

Melihat apa yang akan kulakukan padanya Tiffany tidak tinggal diam, dia berlari menghindariku. Dan aku mengejarnya. Kami bermain kejar-kejaran mengelilingi seluruh tempat yang ada di lantai 2 rumahku lalu menuruni tangga mengitari meja makan dan melewati ruang tamu, karena terus mengejarnya aku tidak menyadari seseorang yang sedang duduk diruang tamu memperhatikan kami, aku berhenti mengejar Tiffany dan menengok siapa orang tersebut. Saat aku melihat manusia asing (?) tersebut akivitasku seketika terhenti. Aku memandang ke arah Tifanny. Kulihat dia menertawakanku. Aku masih tidak sadar dengan apa yang ada di depanku sekarang.

‘sialan aku dibohongi rupanya  YA ! TIFFANY HWANG’ aku menjerit dalam pikiran ku sambil menggigit bibir bagian bawahku sengaja untuk menahan rasa marahku.

“Annyeonghaseyo Noona ,” ucap namja yang ada didepanku membuyarkan lamunanku untuk memarahi Tiffany.

Ya dia seorang namja bukan yeoja yang seperti Tiffany bilang tadi padaku. Namun masalahnya dia bukan hanya sembarang namja, dia adalah namja yang sangat special untukku.

“Aaahhhhhhhhhh” jeritku.

Dengan jurus “angin kencang menerbangkan burung puyuh (nah loh? Gak nyambung)” aku berlari kekamarku. Kalian tahu kenapa aku menjerit dan kenapa aku berlari kekamarku? aku bukan menjerit senang karena bertemu dengannya. Tapi karena aku bertemu dengannya disaat aku masih menggunakan piyama tidurku dan dengan dicampur bau ciri khas orang yang baru saja bangun tidur. Kalian tau sendiri kan gimana bau yang aku maksud ?

“Ini semua gara-gara Tiffany, kenapa dia gak bilang kalau yang datang itu dia,” ucapku kesal.

“Dia pasti puas menertawakanku sekarang, lihat saja Tiffany Hwang akan kubalas kau suatu hari nanti… hahahahaha,” ucapku dengan nada licik.

Setelah puas ngomong sendiri (?) aku pun bergegas mandi dan merias diriku secantik mungkin.

Oiya, kenalkan nama ku Kwon Yuri, saat ini aku berumur 22 tahun. Dalam umurku yang masih muda ini bisa dibilang aku sudah sukses. Eitsss… bukan termasuk sombong loh ya, karena itu memang kenyataannya. Saat ini aku menjabat sebagai seorang direktur di sebuah perusahaan punya ku sendiri. Sebenarnya kesuksesan ku ini juga dibantu oleh keluarga. Appa ku memberikanku hadiah sebuah perusahaan untukku sendiri pada saat aku lulus SMA dengan hasil yang memuaskan. Tapi aku benar-benar berusaha dan banting tulang dalam mengembangkan perusahaan ku ini. Makanya tulang ku sakit semua karena sering kubanting (readers : astaga Auhor ngelantur lagi dech !, author : hehe iya maaf-maaf). Jadi bisa dibilang aku adalah pengusaha muda yang sempurna karena selain aku kaya aku juga cantik dan banyak pria yang suka padaku (#narsis mode on#) seperti namja yang ada di bawah tadi. Dia bernama Shin Dongho. Sepertinya usia kami terpaut cukup jauh yaitu sekitar 5 tahun, tapi dia selalu mengejar aku terus. Ya maklumlah aku kan cantik dan perfect (*miahae kalau Yuri disini jadi narsis banget #readers ngamuk#*). Tapi cinta memang tidak bisa ditipu.

END YURI POV

AUTHOR POV

Sementara Yuri sedang dandan dikamar nya, Tiffany dan Dongho terlihat sedang berbincang-bincang.

“Bagaimana keadaanmu Dongho ?” Tiffany memulai percakapan.

“Baik-baik saja, Noona,” ucap Dongho dengan memasang senyum indahnya.

“Sudahlah jangan panggil aku Noona kau pikir aku setua Yuri apa ?” ucap Tiffany (kan emang tua Tiffany 5 bulan)

“Ne, Noona lalu aku harus memanggilmu apa?” ucap Dongho bingung.

“Fany atau Tiffany aja boleh kok,” ucap Tiffany dengan mengeluarkan eye smile-nya.

“Tapi Noona itu akan terlihat aku seperti tidak menghargaimu, aku juga takut pada tunanganmu bila tau bahwa aku memanggilmu dengan sebutan seperti itu,” ucap Dongho.

“Hem kau benar juga, baiklah kau boleh memanggilku apa saja,” ucap Tiffany sekali lagi dengan eye smile-nya. J

“Hei Dongho apa kau benar-benar menyukai sepupu ku ?” Tanya Tiffany yang masih tidak mengerti kenapa Dongho menyukai Yuri yang jelas-jelas Yuri lebih tua 5 tahun.

“Ne, Noona, aku benar-benar menyukaimu sepupumu. Rasanya setiap malam aku tidak bisa tidur karena terlalu sering memikirnya,” Dongho menggombal.

“Hem, kau bisa saja. Oiya Dongho, kalau kupikir kamu itu tidak cocok dengan Yuri, kamu pasti belum tahu kan sifat aslinya kalau ada dirumah. Mungkin bila kamu mengetahui sifat aslinya kamu akan berpikir berulang kali sebelum kamu benar-benar menyukainya,” ucap Tiffany seraya meyakinkan Dongho.

Dongho terlihat tidak memperhatikan Tiffany dia justru melihat kepada seseorang yang ada dibelakang Tiffany yang juga menatap kearahnya. Dongho tiba-tiba pucat saat mengetahui orang tersebut.

“Ya ! Tiffany Hwang ! Kau rupanya selalu menjebakku HAH !” ucap Yuri yang ternyata dia adalah orang yang ada di belakang Tiffany. Tiffany yang kaget mendengar suara tersebut segera membalikkan badannya dan kemudian tertawa kecil.

“Mianhaeyo Yuri-sshi, kau tau ? aku senang sekali menggodamu,” ucapnya lalu berdiri dan meninggalkan Yuri dan Dongho berada di ruang tamu berdua.

Yuri segera duduk disamping Dongho.

END AUTHOR POV

TIFFANY POV

Setelah puas mengerjai Yuri, aku pergi ke dapur meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. ‘Enak banget jadi Yuri, ada seseorang yang perhatian untuknya’ pikir ku dalam hati. Kenapa aku berpikir seperti itu ? karena walaupun sudah bertunangan tapi tunanganku itu selalu sibuk. Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku bertemu dengannya. Jujur saat ini aku sangat merindukannya.

Karena merasa haus kuambil gelas di tempat perabotan lalu mengambil botol coca cola dingin di kulkas. Kucoba buka tutup botol cocacola tersebut, tapi aku tidak berhasil. Aku mencari pembuka botol coca-cola tapi aku tidak menemukannya. Hingga akhirnya aku tidak melihat genengan air yang ada di depan ku. Lalu aku terpleset genangan air tesebut dan semuanya menjadi gelap. Aku tidak ingat apapun setelah itu.

Tapi tiba-tiba aku berada di sebuah tempat yang kukenal. Aku berada di depan sebuah gedung yang akan kugunakan menikah dengan tunangan ku suatu hari nanti. Aku memasuki gedung tersebut dan menelusuri setiap lorong-lorongnya lalu aku memasuki sebuah ruangan yang sudah kupesan sebelumnya bersama tunanganku Siwon. Di ruangan tersebut aku melihat sepasang kekasih yang sedang melaksanakan pernikahan. Banyak yang menghadiri pernikahan dan sepertinya mereka sangat bahagia. Kulangkahkan kaki untuk lebih mendekat kearah kedua pengantin tersebut dan melihat sebetapa bahagianya mereka. Setelah jarakku cukup dekat dengan mereka aku begitu terkejut melihat siapa yang sedang melaksanakan pernikahan. Dia adalah tunanganku, Choi Siwon bersama dengan seseorang yang tidak ku kenal. Tapi dia terlihat cantik mengenakan gaun tersebut. Tiba tiba aku merasakan ada seseorang yang mengguncang-ngguncangkan tubuhku. Aku membuka mataku perlahan-lahan dan melihat bahwa Yuri sudah ada di sampingku.

‘MIMPI ! ITU SEMUA HANYA MIMPI ! tapi kenapa terlihat begitu nyata ! apa karena aku terlalu sering mimikirkannya hingga ia hadir dalam mimpiku ? Apa karena dia jarang mengunjungiku hingga aku bermimpi seperti itu’ berbagai pertanyaan memasuki otakku.

“Tiffany-sshi kau tidak apa-apa kan ?” Tanya Yuri yang terlihat sangat cemas dan membuyarkan lamunanku.

“Ne, kau seperti tidak tau aku saja. Aku kan yeoja yang kuat,” ucapku kepada Yuri.

“Aiissh, kau itu selalu menyusahkan ku ya, kau tau tidak kalau badan mu itu berat sekali. Untung ada Nichkun oppa yang datang meminta makanan. Jadi kusuruh dia untuk menggendongmu sampai ke kamar mu,” ucap Yuri panjang lebar.

FLASHBACK

“PRANG” suara gelas yang dipegang Tiffany pecah dan suara tersebut membuat terkejut Yuri dan Dongho yang ada di ruang tamu.

Mereka lalu bergegas menuju suara tersebut dan sudah menemukan Tiffany tidak sadarkan diri.

“Astaga Tiffany, Hey Tiffany, Tiffany,” ucap Yuri sambil memukul-mukul kecil pipi Tiffany.

Dongho yang melihat pecahan gelas kaca segera mengambilnya untuk mencegah terjadi hal buruk (?). Tiba-tiba Nichkhun datang sambil membawa piring.

“Yuri, kau punya makanan tidak ? aku sangat lapar nih,” Nickhun tidak memperhatikan keadaan yang dialami Yuri, dia malah nyeleweng (?) masuk ke dalam dapur Yuri.

“YA ! OPPA APA KAU TIDAK LIAT BAGAIMANA KEADAAN KAMI ? SETIDAKNYA BANTU KAMI TERLEBIH DAHULU,” ucap Yuri dengan suara yang sangat keras.

“Eh?!? Kenapa Tiffani-sshi?” tanya Nickhun yang terlambat menyadari.

“Babo! Oppa tolong kau bawa Tiffany-sshi kekamarnya,”

“Tapi aku lapar,” kata Nichkun sambil merengek.

“Nanti aku beri kau makanan  yang sangat banyak,” janji Yuri.

“Benar ya, asyik,” kata Nickhun senang.

Secepat kilat Nichkun berlari ke kamar Tiffany.

“Baiklah sekarang mana makanannya ?” ucap Nickhun manja.

Yuri hanya bisa menganga melihat yang dilakukan Nickhun.

END FLASHBACK

YURI POV

“Gomawo Yuri-sshi, kau sepupuku yang paling baik,” ucap Tiffany kepadaku.

“Memang dari dulu aku seperti itu kau saja yang tidak mengetahuinya,” ucapku sombong.

“Yuri-sshi apa kau sudah menghubungi Siwon tenang keadaan ku ?” ucap Tiffany kepadaku.

“OMG ! I’am forget to call Siwon, I’am so sorry Tiffany-sshi,” ucapku dengan bahasa Inggris. Walaupun bahasa Inggris ku tidak sebaik Tiffany tapi aku sudah biasa menggunakan bahasa Inggris untuk klient-klient dan rekan kerjaku.

“Ya sudah biar aku saja yang memberitahunya, mungkin nanti malam, aku takut dia masih sibuk dengan pekerjannya,” ucap Tiffany murung.

“Tiffany, waeyo ?” ucapku yang mengetahui raut wajah Tiffany tiba-tiba murung.

“Ani, oiya mana Dongho ? kenapa aku tidak melihatnya daritadi ?” ucap Tiffany mengalihkan pembicaraan. Aku tau Tiffany kau menyembunyikan sesuatu dari ku.

“Ooh Dongho sudah pulang,” ucapku kepadanya lalu aku menceritakan kejadian tadi kepada Tiffany.

END YURI POV

FLASHBACK AGAIN

“Ini semua makanan yang oppa inginkan. Asal oppa tau kalau oppa itu selalu merugikanku dan sekarang makanan yang ada di kulkas ku habis karena dirimu,” ucap Yuri pada Nickhun di meja makan. Terlihat Nichkun sudah menjulurkan lidahnya berkali-kali, ingin segera memakan semua makanan yang ada di depannya saat ini.

“Hey dengarkan aku dasar playboy cap rumah makan,” ucap Yuri meledek Nickhun. Nickhun yang sedari tadi tidak menghiraukan Yuri kini menatap Yuri dengan tatapan tajam. Menandakan bahwa Nichkun tidak suka dengan ucapan Yuri yang tadi. Nickhun berdiri  dari tempat duduknya dan mendekati Yuri.

“Apa yang kau bilang tadi ? apa kau lupa kalau aku ini oppa-mu,” ucap Nickhun sambil melangkah mendekati Yuri.

“A…ni… aku tidak bilang apa-apa,” ucap Yuri terbata-bata, sangat jelas terlihat ketakutan di wajah Yuri.

“YA ! Hyung apa yang akan kau lakukan kepada yeojachingu-ku ?” ucap Dongho yang tidak tinggal diam melihat tingkah Nickhun.

“Oh aku lupa bahwa saat ini ada namjachingu-nya Yuri, hem sungguh aku terkejut melihat levelmu turun Kwon Yuri. Kenapa kau mau dengan anak ingusan seperti dia,” ucap Nickhun sambil menunjuk-nunjuk kea rah Dongho.

“Hyung, aku tidak suka dengan ucapanmu tadi,” Dongho membela dirinya. Dongho mengaku kalau badannya tidak sebagus Nickhun ataupun Taecyon 2pm. Tapi untuk urusan pengetahuan tidak ada yang dapat mengalahkan Dongho. Lalu terdengar tawa terbahak-bahak keluar dari mulut Nickhun.

“Hahahahahahahahaha, Hey Kwon Yuri dan Shin Dongho sebaiknya kalian lihat tadi wajah kalian berdua sungguh menggelikan. Mianhae ya dongsaeng-dongsaeng ku, oppa dan hyungmu yang ganteng ini sudah mengerjai kalian. Tapi Yuri aku benar-benar tidak suka dengan ledekanmu tadi, jujur tadi aku benar-benar marah padamu tapi saat melihat wajahmu yang ketakutan aku jadi ingin tertawa tapi si Dongho ini malah ikut-ikutan membelamu jadi kulanjutkan saja sandiwaraku. Hahahahahaha kalian memang lucu. Pasangan yang bodoh,” ucap Nickhun panjang lebar.

“YA ! HYUNG ! OPPA,” ucap Yuri dan Dongho hampir bersamaan. Nickhun terkekeh melihat tingkah mereka.

“Sudah aku mau makan dulu,” ucap Nickhun dan meninggalkan Yuri dan Dongho. Mereka saling berpandangan.

“Noona sebaiknya aku pulang dan kita tidak usah bertemu dulu untuk waktu yang cukup lama,” ucap Dongho pada Yuri.

“Mwo ? apa kau marah pada Nickhun oppa ? tenang saja dia hanya bercanda,” ucap Yuri pada Dongho.

“Mianhae Noona, perkataan hyung menyadarkan ku bahwa aku masih belom pantas untuk berada disismu. Tapi jangan khawatir Noona aku akan kembali kepadamu. Dan saat aku kembali aku berjanji aku akan memiliki tubuh seperti Nickhun oppa. Supaya aku bisa menolongmu nanti,” ucap Dongho panjang lebar.

“Mwo ? aku masih tidak mengerti ! apa kau memutuskan ku ?”

“Tidak Noona, kita tidak putus dan kita tidak pernah putus. Aku hanya menyuruhmu untuk menunggu ku dan aku pasti akan kembali dan aku akan membalas semua perkataan hyung,” ucap Dongho.

“Sudah kubilangkan kalau oppa itu hanya bercanda, kau jangan terlalu mempercayainya,” ucap Yuri pada Dongho.

“Tenang saja Noona, aku yakin ini pasti jalan terbaik untuk kita,” Dongho masih bersikeras pada pendiriannya.

END FLASHBACK AGAIN

TIFFANY POV

“Hahahahahahaha, jadi Dongho bilang kalau dia menyuruhmu untuk menunggunya mempunyai tubuh seperti Nichkun oppa ?” ucapku sambil menahan tawa yang selalu ingin keluar setelah aku mendengar cerita Yuri.

“Yuri, Dongho itu terlalu polos untuk kau jadikan mangsa. Tidak tega aku melihatnya,” ucapku pada Yuri yang terlihat lesu.

“YA ! onnie aku tersinggung dengan perkataan mu. Aku itu benar-benar menyukainya dan aku menerima semua kekurangannya. Ini semua gara-gara Nickhun oppa,” ucap Yuri yang terlihat sangat kesal.

“Lalu sekarang Nickhun oppa mana ?” tanyaku.

“Hem, dia ada di ruang tamu lagi molor,” ucap Yuri yang masih Bad Mood.

Nickhun oppa adalah salah satu anggota boyband terkenal 2pm. Dan kami adalah tetangganya. Tapi walaupun begitu kami sudah seperti keluarga. Di rumah yang sebesar ini kami (read : Tiffany & Yuri) hanya tinggal berdua.  Jadi terkadang Nickhun oppa tinggal dirumah kami hanya untuk menjaga kami atau bahkan hanya agar dapat makanan gratis. Maklum dirumah Nichkun oppa tidak ada yeoja jadi terkadang kamilah tumpuan hidupnya. Tapi tidak sering kami selalu dirugikan gara-gara nafsu makan Nickhun oppa yang gak ada abisnya. Walaupun begitu kami tetap menerimanya. Karena kami sahabat.

******

TIFFANY POV

Aku duduk di balkon lantai 2 untuk menikmati sunset yang hampir tidak terlihat karena tingginya gedung-gedung perkotaan. Kupegang hp ku bersiap untuk mengirim sms kepada oppaku. Aku akan memberitahunya tentang kejadian tadi siang. Aku ingin tau apakah dia masih sayang padaku atau tidak karena sudah lama kami lost contact.

To : My SweetOppa

Oppa, tadi aku pingsan karena terpeleset genangan air di dapur dan sekarang kepalaku masih sakit.

Tanpa a-i-u-e-o langsung ku send sms tersebut.

1 menit aku menunggu balasan dari oppaku.

2 menit berlalu tapi hpku masih diam tidak berbunyi apapun.

3 menit pun terlewati.

4 menit.

5 menit aku terus menunggu.

10 menit aku sudah lelah menunggu. Hingga akhirnya kuputuskan untuk turun dan menemui Yuri menonton tv dibawah. Hpku sengaja kutinggal diatas. ‘Untuk apa aku membawa hp bila tak ada manfaatnya’ pikir ku dalam hati.

END TIFFANY POV

AUTHOR POV

Sesaat setelah Tiffany turun. Hp Tiffany mengeluarkan suara khas untuk panggilan masuk

“My Love, My Kiss, My Heart

modu mudeodulge gaseumsok gipeun got Yeah~

One Love, One Kiss, To My Heart

modu ijeobolge modu da jiulge”

(PS. Lagu SJ KRY – My Love, My Kiss, My Heart)

END AUTHOR POV

******

YURI POV

‘Sebenarnya ? Siapa namja yang cocok untukku ? Kenapa setiap kali aku ingin mempunyai namjachingu aku selalu tidak mendapatkannya’ pikirku.

“Yuri,” teriak Tiffany di belakangku.

“Mwo?” tanyaku ketus.

“Bogoshippo Yuri-ah,” tiba-tiba Tiffany memelukku dari belakang.

“Jeongmal bogoshippo,” katanya yang kemudian kudengar suara isakannya.

Tiffany memelukku sambil menangis. Tidak ada yang bisa kulakukan untuknya saat ini kecuali memberikan tubuhku sebagai sandarannya.

TBC

Who Will I’ll Choose? (Part 6)

Title : Who Will I’ll Choose ? (part 6)

Author : Raras a.k.a Park In Mi

Rating : PG-15

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Disclaimer : Semua plot punya saya dan cast punya Tuhan kecuali Minho, Kibum, Yesung, Donghae, Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, Leeteuk

Main Cast :

-          Kwon Yuri (SNSD)

-          Kibum (Super Junior)

-          Minho (SHINee)

-          Donghae (Super Junior)

-          Yesung (Super Junior)

-          Eunhyuk (Super Junior)

Other Cast :

-          Yoona (SNSD)

-          Seohyun (SNSD)

-          Hyoyeon (SNSD)

-          Jessica (SNSD)

-          Krystal (fx)

Annyeong yoerrobun :)

Miahae banget ni ff benar-benar telat… Tugas lagi banyak, apalagi sekarang mood ku buat nulis fanfiction jadi ilang… Argghhh!!! Mianhae… Untuk sekarang aku bakal ngelanjutin Who Will Ill Choose? dulu, untuk yang Love is Destiny sama Hard Love ke pending dulu…. Hufft! Jeongmal mianhae readers :)

Previous Page
“Aku kan sekarang namjachingumu jadi kau harus terbiasa dengan perlakuanku,” ucapnya sedikit malu-malu.
Wajahku memerah. Aku hanya bisa tersenyum.
“Kajja, kita jalan-jalan,” ajaknya.
“Ne,” balasku.
END YURI POV

Author POV
“Awas kau. Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja mengambil Yul-ku,” ucap seseorang dari balik semak-semak sambil sembunyi-sembunyi.
END Author POV

END Previous Page

YURI POV
“Gomawo, sudah mengajakku jalan-jalan,” ucapku saat kami sedang duduk disuatu taman sambil memakan ice cream.
“Ne, aku sangat bahagia karena kau mau menemaniku hari ini,” balasnya, membuatku malu.
“Gomawo juga untuk boneka beruangnya,” ucapku lagi sambil menatapnya sambil tersenyum.
“Ne, gomawo juga untuk senyum yang indah itu,” balasnya lagi yang membuatku semakin malu.
“Yuri, bagaimana acara kita nanti malam? Jadi kan?” tanyanya saat aku sedang menjilat eskrimku.
“Mwo? Apa masih kurang acara kita hari ini?”
“Hem, tapi aku masih rindu dengan wajah cantikmu,” jelasnya.
Haduh! Kenapa dia ini senang sekali membuat wajahku memerah?
“Yul, aku harus pulang dulu, aku ingin mempersiapkan acara kita nanti malam ya. Datanglah kerumahku pukul delapan,” terangnya kepadaku yang hanya kubalas dengan anggukan sambil menjilat eskrim yang hampir meleleh ditanganku.
Tiba-tiba dia mencium keningku membuatku mengentikan aktivitas ku –menjilat eskrim-. Aku menatap matanya.
“Bye,” dia segera pergi sedangkan aku masih mematung.
Aku masih duduk manis ditaman itu menatap matahari yang mulai terbenam menampakkan warna orange-nya. Lalu aku mulai beranjak dari tempat dudukku untuk segera mempersiapkan diri untuk acara nanti malam. Aku berjalan sambil masih menjilat eskrimku dan membawa boneka beruangku pemberian dari Kibum oppa.
Tiba-tiba perutku mulai meronta-ronta dengan ganasnya.
“Aww,” ucapku merintih kesakitan sambil memegangi perutku dan membuang eskrimku begitu saja.
Aku baru ingat bahwa aku belum makan sejak kemarin malam. Dan hanya eskrim ini saja yang masuk keperutku. Aku memiliki penyakit maag, namun penyakit ini jarang sekali datang jadi aku tidak begitu memperdulikannya.
“Aww,” ucapku semakin keras karena perutku semakin sakit. Aku jatuh ke tanah sambil memegangi perutku.
“Yuri, bertahanlah,” ucap seseorang yang kukenal nada suaranya. Namun aku tidak bisa membuka mataku saat ini. Gelap semuanya gelap.
END YURI POV

***
MINHO POV
‘Aku sudah mengikutimu sejak kau keluar dengan Kibum hyung sialan itu dari sekolah. Aku cemas terjadi sesuatu denganmu dan Kibum hyung. Aku masih tidak bisa melepaskanmu Yuri’ pikirku sambil mengompres Yuri yang saat ini terbaring di tempat tidurku.
“Kurang ajar. Dia meninggalkanmu begitu saja tadi. Apa dia tadi tidak memperhatikan tentang keselamatanmu? Kurang ajar sekali hyungku itu,” ungkapku dengan nada marah dan kesal.
Aku menatap wajah Yuri. Lalu aku membelai wajahnya dengan tatapan sedih. Kenapa kau harus menjadi miliknya? Tidakkah kau lihat aku selalu disini mencintaimu. Aku jauh 1000 kali lipat lebih baik darinya Yuri. Dia sama sekali tidak memperdulikanmu.
Aku masih menatapnya dan membelainya. Lalu tiba-tiba kepalanya sedikit bergerak. Dengan segera kujauhkan tanganku dari wajahnya. Dia mulai membuka matanya.
“Yuri?” panggilku perlahan.
Dia menatap kearahku dengan tatapan bingung.
“Tadi aku tidak sengaja melihatmu pingsan dijalan jadi aku membawamu kerumahku dulu,” jelasku kepadanya.
“Gawat, oppa! Jam berapa sekarang?” tanyanya tiba-tiba sambil bangun dari tidurnya.
“Jam… 19.50,” jawabku setelah aku melihat jam ditanganku.
“Minho oppa, Kibum oppa sudah menungguku. Maukah kau mengantarku kerumahnya sekarang juga,” pintanya dengan wajah memelas.
“Mwo? Kau masih memikirkan namja tidak bertanggung jawab itu? Sadarlah Yuri dia sudah meninggalkanmu dan membiarkanmu pulang sendiri. Kalau aku yang jadi namjachingumu aku tidak akan membiarkanmu tersiksa seperti itu,” jelasku kepadanya dan berusaha menyadarkannya bahwa aku lah yang terbaik untuknya.
“Cukup oppa! Dia sangat mencintaiku dan aku juga sangat mencintainya. Kami saling mencintai. Jangan pernah kau menjelek-jelekkannya,” terangnya bersikukuh dengan pendiriannya.
“Aku tidak tau jalan pikiranmu Yuri. Aku juga mencintaimu lebih dari siapapun. Kenapa kau tidak sadar itu,” ucapku dengan suara sedikit keras kepadanya.
“Sudahlah, aku sudah terlambat. Aku tidak mau berdebat denganmu. Aku akan pergi kerumah Kibum oppa,” ucapnya lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamarku.
“Jamkkaman, aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja,” cegahku sambil menahan tangannya untuk pergi.
“Kuantar kau,” lanjutku lalu menariknya. Dia hanya memandangiku. Aku tidak peduli apabila kau marah padaku atau tidak yang jelas aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun.
****

|@Kibum’s House
“Gomawo oppa,” ucapnya setelah turun dari sepeda motorku.
“Ne, mianhae tadi aku sedikit membentakmu,” balasku.
“Ne, aku masuk dulu ya, kau cepatlah pulang, sekali lagi gomawo,” Yuri pergi meninggalkan ku dan masuk kerumah Kibum hyung. Aku hanya bisa melihat sosoknya yang mulai menjauh.
“Mana bisa aku meninggalkanmu sendirian dirumah hyungku yang bodoh ini,” kataku setelah Yuri masuk kerumah Kibum hyung.
END MINHO POV

|KIBUM POV
“Akhirnya selesai juga semua persiapanku,” ucapku setelah selesai meletakkan lilin terakhir di kolam renangku dan membentuk simbol <3
Ini adalah kejutan yang kuberikan untuk Yuri dan ini adalah tanda cintaku untuk Yuri. Aku adalah namja yang paling beruntung karena telah memilikinya.
Ting…Tong
Terdengan suara bel pintu rumahku. ‘pasti itu Yuri’
Dengan segera kulangkahkan kakiku menuju pintu rumah untuk membukanya.
“Welcome, jagi,” sapaku padanya dengan memberikan senyuman mautku.
“Wah, oppa rumahmu besar sekali,” ucapnya polos.
“Memang rumahku kan….,” belum sempat aku selesai bicara Yuri sudah memasuki rumahku lebih dulu. Dia terlihat kagum dengan keadaan rumahku.
“Hey, kalau kau mau melihat-lihat rumahku lebih baik nanti saja. Bagaimana kalau kita makan dulu,” ajakku padanya.
“Ne,” ucapnya bersemangat.
Kami kemudian berjalan menuju depan kolam renangku. Kulihat ekspresi Yuri saat melihat simbol <3 yang telah kubuat.
‘Eh?!? Dia tidak bereaksi apa-apa dengan lilin-lilin yang telah kuletakkan di atas kolam renang. Dia lebih senang mengamati makanan yang telah kusiapkan di meja, sepertinya dia kelaparan.
“Jagi, kau sudah lapar ya?”
“Ne, aku sudah sangat lapar oppa, lebih baik ayo kita segera makan,” ucapnya sambil duduk dikursi dan bersiap menyantap makanan.
“Tunggu, biar kuambilkan, Kepiting Seafoodnya dulu di dapur, kau pasti suka dengan masakan buatanku,”
“Biar aku yang ambilkan oppa,” tawarnya.
“Aku kan akan jadi istrimu, jadi aku yang akan melayani mu,”
“Hem, baiklah. Dapurnya ada di sebelah kiri. Kau tinggal lurus dari sini lalu belok kiri perempatan (?) itu,” arah ku padanya. Maklum rumahku jau lebih besar daripada kota Surabaya *waduh segede apa rumahnya o.O*
“Ne, baiklah,” katanya lalu segera bergegas menuju dapurku.
Tak berapa lama kemudian Yuri datang dengan membawa hidangan utama yang telah kubuat special untuknya. Dia berjalan dengan anggunya menuju kearahku. Aku sempat terpesona dengan pesonanya. Tapi tiba-tiba Yuri terpeleset.
PRANG!!!! Piring dan makanannya berhamburan kelantai.
“Astaga, YURI,” dengan spontan aku berdiri dan segera membantunya.
“Gwenchana,”
“Ne, Gwenchanayao oppa” ucapnya sambil kubantu berdiri.
“Mianhaeyo oppa, jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud untuk….”
“Sudahlah, itu tidak penting, lebih baik kita meemesan pizza saja, kau pasti sudah sangat lapar,” ajakku.
“Ne, tapi mianhae…”
“Yuri, sudahlah, aku tidak suka jika kau mengucapkan kata-kata itu terus,” ucapku padanya.
Aku memesan pizza sementara Yuri kusuruh untuk menungu di ruang tamu. Saat aku akan menelepon toko pizza langgananku. Terdengar bunyi suatu barang pecah dari ruang tamu.
PRANNGG!!
“Oh tuhan, kali ini apa lagi,” ucapku pasrah.
Dengan malas aku menuju ruang tamu. Kulihat vas bunga kesayangan ummaku sudah pecah dan berserakan dimana-mana. Ini gawat sekali. Ummaku sangat menyukai vas itu.
“Apa yang telah kau lakukan Yuri,” ucapku sedikit marah. Kulihat tangannya berdarah akibat pecahan vas bunga ini.
“Mianhae, oppa, aku….” Ucapnya sambil memegangi tanganku. Dengan segera kuhempaskan tangannya.
“Cukup, Yuri, Kau tahu tidak berapa harga vas ini. Harganya 200 juta. Apa kau mampu membayarnya?” tanyaku ketus. Aku benar benar marah padanya saat ini. Kepiting seafood yang kuimpor langsung dari Australia jadi sia-sia dan sekarang vas bertabur emasku pecah berkeping-keping. Umma pasti akan memarahiku habis-habisan.
“Oppa, aku….”
“Kubilang CUKUP! Aku tidak mendengar kata-kata apapun dari mulutmu,” bentakku padanya. Aku tidak tau apa yang sedang terjadi denganku kenapa aku bisa memarahi Yuri?
Yuri kemudian berlari meninggalkan rumahku sambil menangis dan dengan tangan yang mengeluarkan darah. Aku lupa aku belum mengobatinya. Astaga! Apa yang telah kulakukan? Aku… aku telah melanggar janjiku kepada Hyung-hyung ku untuk menjaga Yuri. Sepertinya ini pertanda bahwa aku bukan namja yang tepat untuknya.
Mianhae Yuri :3
END KIBUM POV

YURI POV
Aku berlari meninggalkan rumah Kibum oppa yang sangat besar sambil masih tetap menangis. Ini semua salahku. Dasar Babo! Babo! Babo! Pikirku dalam hati sambil memukul-mukul kepalaku. Saat aku keluar dari rumah Kibum oppa aku melihat Minho oppa masih ada disana. Tak kusangka dia masih menungguku. Gawat! Bila aku keluar sambil menangis dan mengeluarkan darah Minho oppa pasti akan marah dan akan terjadi perang dunia ke 4 #perang dunia ke-3 kapan ya?#
Dengan kasar kuhapus airmataku dan darah yang masih keluar dari tangan kiriku yang terkena pecahan vas. Rasa sakit dan perih menghampiri tanganku tapi tidak kupedulikan. Darah dari tangan kiriku tidak bisa berhenti untuk saat ini jadi dengan sengaja kusembunyikan tangan kiriku dibalik bajuku. Setelah selesai aku berjalan menuju Minho oppa.
“Yuri, kau sudah kembali?” tanyanya kepadaku.
“Ne, sepertinya Kibum oppa sedang sakit jadi lebih baik aku pulang saja,” jawabku asal.
Rasanya hari ini badanku merasa sangat lelah, mataku juga berkunang-kunang.
“Minho, tolong antarkan aku ke rumah sakit,” pintaku.
“Yuri, kau sakit,” cemasnya.
“Naiklah ke motorku Yuri, akan ku antar kau,”
Aku segera naik kemotornya. Kupasrahkan hidupku pada Minho. Hehehe lucu ya aku ini? Bukannya namjachinguku yang perhatian tapi malah orang lain. Apa aku ini playgirl? Entahlah yang jelas aku benar-benar lelah saat ini.
END YURI POV

YOONA POV
Hancur!!
Semua hancur!!
Yuri dan Kibum oppa sudah jadian. Aku tidak akan mungkin bisa mengalahkannya. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus bunuh diri? Andwe ! itu tidak akan pernah terjadi. Apa aku harus kembali ke Amerika dan menemui oppaku Lee Min Ho.
Kibum Oppa? Aku benar-benar mencintaimu. Saranghaeyo oppa.
Drrt…. Drrrtt
Getar hpku menyadarkanku dari lamunan tentang Kibum oppa.

13/03/2012
20.30 KST
From : Seo
Unnie, Yuri unnie koma di rumah sakit. Cepatlah datang unnie. Kami semua sudah berkumpul.

Apa?!? Yuri koma? Tunggu, bukannya itu bagus. Jadi aku bisa mendekati Kibum oppa. Tunggu! Aku…. Aku? Kenapa aku sejahat ini. Yuri? Yuri? My best friend. Kuambil jaket dan sepatuku. Dengan segera aku berangkat menuju rumah sakit.
END YOONA POV

@ Seoul International Hospital
Semua orang sudah menunggu di depan kamar Yuri dengan wajah yang cemas.

Hyoyeon terlihat tampak khawatir.

Jessica sudah tidak bisa menahan airmatanya lagi.

Begitu pula dengan Seohyun

Donghae pun tampak menangis.

Eunhyuk menangis dengan penuh kemarahan

“Ah… ini semua salahku.. aku tidak bisa melindunginya…,” ucap Yesung sedih dan merasa bersalah.

“Minho, sebenarnya apa yang telah terjadi?” tanya Eunhyuk penuh emosi.
“Kenapa Yuri bisa begini?” tanya Donghae.
“Apa yang telah kau lakukan?” tanya Yesung.
“Tunggu, pelan-pelan hyun. Yang pertama aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi antara Yuri dan Kibum hyung. Yang kedua, aku juga tidak tau kenapa Yuri bisa begini. Dan yang ketiga bukan aku yang membuatnya begini. Aku tidak melakukan apapun. Yang jelas dokter hanya bilang bahwa Yuri memiliki maag yang sudah kronis dan dia cukup kehilangan banyak darah dia tangan kirinya apalagi hari ini dia demam dan ditambah dengan cuaca yang dingin membuatnya jadi seperti sekarang ini,” jelas Minho panjang lebar.
“KURANG AJAR KIBUM SIALAN, SEBENARNYA APA YANG TELAH DIA LAKUKAN HINGGA MEMBUAT YURI JADI SEPERTI INI? SEHARUS AKU SUDAH MEMBUNUHNYA SEJAK DI SEKOLAH TADI,” ucap Eunhyuk geram.
Seohyun, Krystal, Jessica dan Hyoyeon yang sedari tadi hanya mendengarkan tidak tahu harus bebicara apa. Tak lama kemudian Yoona datang.
“Bagaimana, keadaan Yuri?” tanyanya tanpa basi-basi
“Dia masih kritis,” ucap Seohyun.
“Bagaimana dengan keluarga Yuri?,” tanya Yoona.
“Umma dan Appanya akan pulang ke Korea mungkin sampainya besok. Sooyoung unnie dan Siwon oppa ada di dalam,” jawab Jessica.
“Yuri, kenapa bisa jadi begini?” tanya Yoona.
Seohyun kemudian menjelaskan yang tadi diucapkan oleh Minho.
“Sebenarnya apa yang telah Kibum oppa lakukan?” tanya Yonna.
“Ani, aku tidak tahu,”
“Aku harus pergi sebenetar,” ucap Yoona tiba-tiba.
“Kau mau kemana unnie?” tanya Krystal.
“Ehm, ada urusan sebentar,”
“Tapi ini sudah malam mau kuantar,” tawar Donghae.
“Ani, sudah aku pergi dulu aku akan segera kembali,”
Yoona pun pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya.
Setelah Yoona pergi suasana menjadi hening kembali.
“Bukankah disini sangat dingin?,” ungkap Eunhyuk tiba-tiba.
“Ne, sedikit dingin,” jawab Hyoyeon.
“Geurae?” tanya Eunhyuk. Eunhyuk kemudian duduk disebelah Hyoyeon yang kebetulan kursinya kosong lalu memberikan jaketnya pada Hyoyeon.
Hyoyeon sedikit terkejut dengan sikap perhatian Eunhyuk. “Oppa, kau kenapa?” tanyanya polos.
“Kenapa, aku kenapa? Maksudmu?”
“Kenapa kau tiba-tiba memberikan jaketmu padaku?”
“Bukankah tadi kau bilang kau kedininginan?”
“Ne, tapi..”
“Kalau tidak mau ya sudah,” ucap Eunhyuk sambil akan melepas jaketnya dari tubuh Hyoyeon. Namun Hyoyeon menahannya.
“Ani, aku mau,” ucap Hyoyeon sambil tersenyum.
Yang lain hanya memandang kearah mereka dengan tatapan aneh dan bingung.
“Kenapa kalian menatap kami seperti itu?” tanya Eunhyuk.
“Apa ada yang salah?” tanya Hyoyeon.
“Ani,” jawab mereka serempak.

@Yoona’s side
‘Aku butuh penjelasan apa yang sebenarnya telah terjadi. Aku harus menemui Kibum oppa’
Yoona menemui Kibum yang sedang bermabuk-mabukkan dirumahnya.
“Oppa,” kaget Yoona setelah ia mengetahui bahwa Kibum sedang mabuk.
“Oh, chingunya Yuri ya, tolong bilang padanya aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatnya menangis,” ucap Kibum dengan nada orang mabuk.
“Aku… Aku telah membuatnya menangis. Aku namja yang tidak berguna. Lebih baik aku mati saja,”
“Cukup! Oppa, jangan bicara yang aneh-aneh,” larang Yoona.
“Tapi, gara-gara aku Yuri jadi koma. Seharusnya aku tidak memarahinya,” ucap Kibum lalu menangis di pelukan Yoona.
Yoona mencoba untuk menenangkan Kibum dan menhiburnya.
“Sudahlah oppa, Yuri sudah tidak apa-apa,”
Kibum masih tetap menangis dipelukan Yoona.

@Hospital
“Aku ngantuk sekali,” ucap Hyoyeon.
“Tidurlah di pundakku,” ucap Eunhyuk. Ucapan Eunhyuk tersebut membuat semua mata yang ada di sana menoleh kearah Eunhyuk lagi.
“Ada apa sich kalian ini?” tanyanya polos.
“Bolehkah aku tidur di pundakkmu oppa?” tanya Hyoyeon senang.
“Ne, tentu saja,” jawab Eunhyuk.

“Onnie, kenapa Eunhyuk oppa jadi perhatian banget sama Hyoyeon unnie ya?” bisik Krystal pada Jessica.
“Aku juga bingung,” jawab Sica.

TBC….

Ah!!! Kira lanjutannya kapan ya bisa keluar??? tau ah!! #digebukin readers#
Aku mau ngucapin terimakasih ku untuk para readers yang udah comment di blogku… :)

Untuk tyas arin, crizzeepricellyEkhaLeeSunHiyulhae4everMePsS (The first person who comment in my blog :) ), fishy91, kwonkyuri, Linda aslyah, ky89, Ismy_hyoyeon, a m y ∞ (@_9angels), wina zatulina, anneee
GOMAWO, JEONGMAL GOMAWO KARENA KALIAN SUDAH MENINGGALKAN JEJAK…..

Buat yang belum ayo tinggalkan jejak kalian :) :D Saranghae readers :) :D

Who Will I’ll Choose? (part 5)

Title : Who Will I’ll Choose ? (part 5)

Author : Raras a.k.a Park In Mi

Rating : PG-15

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Disclaimer : Semua plot punya saya dan cast punya Tuhan kecuali Minho, Kibum, Yesung, Donghae, Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, Leeteuk.

Main Cast :

-          Kwon Yuri (SNSD)

-          Kibum (Super Junior)

-          Minho (SHINee)

-          Donghae (Super Junior)

-          Yesung (Super Junior)

-          Eunhyuk (Super Junior)

Other Cast :

-          Yoona (SNSD)

-          Seohyun (SNSD)

-          Jessica (SNSD)

-          Hyoyeon (SNSD)

-          Krystal (fx)

PREVIOUS PAGE

Aku menatap kedua hyungku. Dan aku sangat terkejut bahwa airmata sudah menggenangi kedua pipi mereka. Aku mencoba ingin menahan tawa melihat kejadian ini. Tapi jelas aku tidak bisa tertawa saat ini karena hatiku sedang sakit dan sesak melihat Yuri sudah resmi berpacaran dengan Kibum.

MINHO POV

Aku berjalan dipinggir sungai Han. Menerawang jauh menatap aliran sungai yang mengalir. Aku tidak bisa menyangka Yuri sudah berstatus resmi berpacaran dengan Kibum hyung. Memikirkan kejadian tadi membuatku sangat gila. Kenapa aku bisa tidak punya pikiran untuk menembaknya lebih dulu. Aku sangat-sangat mencintainya. Tapi apabila dia merasa bahagia dengan Kibum hyung aku rela walaupun hatiku sangat sakit.

Drrtt! Drrtt!

Kurasakan saku celanaku bergetar karena getaran yang berasal dari hpku. Dengan segera kuambil hpku.

12/03/2012

18.00 KST

From : My Love Yuri

Annyeong, oppadeul ^^

Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan, bukankah begitu?

Yuri? Apa kau benar-benar mencintai namja itu?

END MINHO POV

YESUNG POV

Aku mengurung diri di kamar seharian. Memikirkan peristiwa tadi membuatku sangat gila. Aku benar benar tidak percaya, Kibum sialan itu mendahuluiku. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Kenapa aku bisa tidak memikirkan untuk menembaknya terlebih dahulu. Aku merasa dikhianati oleh dongsaengku sendiri. Sangat miris bahwa saat ini aku tidak mendapat cintaku.

“Jogeum himdeuleodo ootneun nalee wa

Kyeolgook ootneun nalee olggeoya,”

Suara hpku memenuhi ruangan kamar ku saat ini. Dengan malas kuraih hpku yang saat ini berada tepat disebelah tangan kiriku.

12/03/2012

18.00 KST

From : My Love Yuri

Annyeong, oppadeul ^^

Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan, bukankah begitu?

Yuri? Kenapa kau menyiksaku secara persalahan? Namun ini semua bukan salahmu. Ini semua salah namja sialan yang berani mengambil my lovely Yuri dariku. Lihat apa yang akan terjadi denganmu Kibum.

END YESUNG POV

DONGHAE POV

Sepanjang sore aku menatap layar komputerku. Mengetikkan semua peristiwa yang kualami hari ini menjadi sebuah cerita. Ya, aku memang menyukai menulis. Namun biasanya tulisanku akan menginspirasi banyak orang atau kalau tidak akan penuh dengan lelucon-lelucon yang menghibur. Namun hari ini hal tersebut telah lenyap. Yang ada hanya airmata dan kesakitan. Mengingat semua yang terjadi tadi siang mebuatku sangat gila.

Wae Yuri? Kau membuat lubang besar dan dalam dihatiku. Yang tak akan pernah bisa disembuhkan dengan mudah. Kecuali dengan cinta dan kasih sayangmu. Mungkin memang aku terlalu berlebihan dalam menanggapi cintaku padamu namun aku benar-benar serius dengan ini.

Kulihat handphoneku yang sebelumnya mati disebelah keyboardku menyala-nyala. Segera kuambil dan kulihat siapa yang mengirimiku sebuah pesan singkat.

12/03/2012

18.00 KST

From : My Love Yuri

Annyeong, oppadeul ^^

Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan, bukankah begitu?

Yuri? Kenapa kau begitu senang? Apa kau tidak peduli bagaimana perasaanku saat aku membaca sms darimu ini? Dasar Donghae babo! Kenapa kau tidak menembaknya lebih dulu? Kenapa kau harus melihatnya bahagia dengan orang lain bukan dengan dirimu? Apakah akan berakhir begini nasibku?

END DONGHAE POV

EUNHYUK POV

Kurang ajar!

PRANG!

Barusaja kupecahkan kaca lemari baju yang ada dikamarku. Aku sudah tidak bisa lagi menahan rasa amarah yang kurasakan kepada namja sialan yang mendahuluiku mendapatkan Yuri.

Darah segar mengalir di tangan kiri ku –tangan yang digunakan untuk memecahkan kaca-

“Awas kau Kim Ki Bum, aku tak akan melepaskan mu besok,”

Kring..Kring… nada pesan dari teleponku mengalihkan perhatianku dari darah yang semakin mengalir di tangan kiriku.

12/03/2012

18.00 KST

From : My Love Yuri

Annyeong, oppadeul ^^

Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan, bukankah begitu?

Yuri? Apa kau begitu bahagia dengannya? Apa kau juga mencintainya? Wae? Kenapa bukan aku yang menyatakan cinta terlebih dulu padamu. Dasar babo! Enhyuk babo!

END EUNHYUK POV

Author POV

“Kenapa tidak ada yang membalas pesanku?” Tanya seorang yeoja –Yuri- kepada dirinya sendiri (?)

“Apa semuanya sedang sibuk? Atau aku berbuat kesalahan hingga mereka marah padaku? Tapi aku kan tidak berbuat salah sedikitpun,” ucapnya panjang lebar.

“Bagaimana dengan Kibum oppa? Kenapa dia tidak mengirimiku sebuah pesan? Apa dalam sebuah hubungan yang mengirimi pesan terlebih dulu adalah seorang yeoja? Tapi kenapa dia tidak mengabariku sejak dia mengantarku pulang tadi sore? Apa dia tidak rindu padaku?” Tanya yeoja itu beruntun kepada dirinya sendiri. Karena tidak ada siapa-siapa diruangan itu kecuali dirinya sendiri.

END Author POV

KIBUM POV

Keringat bercucuran membasahi seluruh tubuhku. Jika kalian tahu apa yang sedang kulakukan hingga aku mengeluarkan banyak keringat seperti ini kalian akan tertawa.

Ya, aku sedang memgang handphoneku dengan tangan bergetar dan keringat bercucuran. Aku sudah terjebak dalam kondisi ini selama 1 jam lamanya. Entah mengapa setiap aku akan menekan tombol ‘send’ jariku selalu mati rasa dan tidak bisa digerakkan.

“Ahh, kenapa sulit sekali untuk menayakan keadaanya,” ujarku frustasi.

“Tinggal satu langkah lagi Kibum, tinggal tekan tombol send ini dan semuanya akan selesai,” entah sudah berapa kali aku mengucapkan kalimat ini. Seluruh kekuatanku sudah kukerahkan sejak tadi hanya untuk menggerakkan jariku dan menekan tombol ‘send’. Tapi sulit, sangat sulit untuk kulakukan. Entah menagapa aku bisa mengalami hal ini? Apa ini yang dinamakan cinta yang sebenarnya? Mungkin selama ini aku terlalu sering mempermainkan yeoja, jadi Tuhan mengirimkanku balasannya.

“Ahh sudahlah,” kubanting handphoneku kekasur dengan kasar.

“Sebaiknya aku mengiriminya besok saja,” ujarku pasrah sambil menyeka keringat yang ada di dahiku.

Aku mulai merebahkan diriku dikasur dan menunggu hari esok tiba.

END KIBUM POV

@SME HIS (SM Entertainment Internasional High School)

YURI POV

Sial! Kenapa guru itu harus menyuruhku menyelesaikan semua tugas yang menumpuk ini. Apa tidak ada murid yang lain yang bisa membantunya atau kalau tidak membantuku.

Saat ini aku berada di perpustakaan. Sangat menyebalkan pagi-pagi sudah harus melihat begitu banyak tumpukan buku, walaupun sebenarnya aku senang. Namun pagi ini aku sudah memiliki rencana untuk bertemu dengan Kibum oppa. Tapi tiba-tiba tadi pagi.

 “Yuri,” panggil seseorang yang kukenal.

“Ne, Yunho songsaenim,”

“Hari ini, saya ada keperluan mendadak di Pulau Jeju. Untuk sementara tugas yang saya dapat dari bapak kepala sekolah saya titipkan ke kamu. Saya ingin kamu mengerjakannya sebisamu. Kalau kamu tidak mengerti kamu bisa mencarinya diperpustakaan,”

“M…Mwo?”

“Saya benar-benar butuh bantuan kamu Yuri, hanya kamu yang saya percaya. Tentu saja nilaimu akan saya lipat gandakan, bagaimana kamu mau kan?” tawaranya kepadaku.

Sudah jelas aku tidak bisa menolaknya karena dia seorang songsaenim. Jadi disinilah aku sekarang. Diperpustakaan yang masih sepi pengunjung karena masih terlalu pagi. Menatap tumpukan buku yang tadi kucari didepanku. Memang benar hanya kutatap, belum kusentuh sedikitpun. Aku masih malas untuk mengerjakannya sekarang.

“Yuri~ah,” teriak sahabat-sahabatku –Yoona, Seohyun, Jessica, Krystal, Hyoyeon- kepadaku yang seketika itu pula membangkitkan semangatku.

“Sini,” ujarku kepada mereka sambil melambaikan tangan yang menandakan menyuruh mereka untuk menuju kearahku.

“Kudengar kau berpacaran dengan Kibum?” celetuk Hyoyeon tiba-tiba.

“Eh?!? It.. itu,” jawabku terbata-bata.

“Jadi benar gossip itu,” sambung Jessica.

“Ah, Yuri akhirnya punya namjachingu,” ucap Seohyun berseri-seri.

“Chukkae ya onnie,” tambah Krystal.

“Ne, gomawo,” ujarku kepada para chinguku yang setia ini.

Ada satu  orang yang daritadi tidak menanyakan hal apapun padaku. Yoona.

Astaga! Bagaimana aku bisa lupa bahwa Yoona memendam rasa kepada Kibum oppa.

‘Kenapa aku bisa menerima Kibum oppa sedangkan aku tahu sahabatku sejak dulu sudah mencintainya? Babo! Babo!’ kata-kata itu terngiang terus dikepalaku.

Aku memukul-mukul kepalaku sebagai bentuk penyesalan kepadaku Yoona. Aku yakin sahabat-sahabatku bingung dengan tingkahku.

“Chukkae, Yul,” ucap seseorang dengan ceria. Aku melihat kearah suara tersebut.

Yoona?!?

“Mi… mian… mianhaeyo, Yoona. Aku tidak bermaksud mengambilnya darimu. Sebaiknya aku tidak menerimanya,” ujarku tiba-tiba begitu aku melihat wajah Yoona.

“Mwo?!? Ya! Kalau kau putus dengan Kibum oppa, aku akan membencimu selamanya,” teriaknya kepadaku. Semua orang sekarang memandang kami dengan kesal dan seakan berkata ‘bisakah kalian diam? Ini adalah perpustakaan’

“Yul, aku tidak marah. Aku bahagia Yul asal kau bahagia. Karena aku sudah menemukan namja yang tepat,” ungkap Yoona dengan suara yang sedikit lebih pelan dari sebelumnya.

“Mwo? Nugu?” Tanya Seohyun.

“You never tell us,” tambah Jessica.

“Ya! Kenapa kau tidak cerita kepada kami?” sambung Hyoyeon.

“Hehehe, mian, aku belum siap untuk cerita,” jawab Yoona.

“Onnie, jangan-jangan namja itu….,” ucap Krystal terpotong.

“Taecyeon oppa,” sambungku tiba-tiba.

Semua mata yang ada di perpustakaan mengarah kepadaku –lagi-. Aku hanya bisa menundukkan kepala, seakan mengisyaratkan kata ‘mianhae’.

“Mwo? Benarkah itu Yoona? Kau dengan Taecyeon oppa?” Tanya Seohyun.

“N… Ne,” jawab Yoona ragu.

“Yoona, apa kau benar-benar tidak marah padaku?” tanyaku ingin memastikan bahwa Yoona benar-benar tidak marah. Dari ekspresi wajahnya sangat jelas bahwa dia masih memendam rasa kepada Kibum oppa. Aku tahu itu Yoona.

“Ani, Yul. Kau kan sudah dengar kalau aku sudah menemukan namja yang tepat,” jawabnya dengan senyum mengembang diwajahnya.

“Kalau begitu kita harus rayakan ini, bagaimana kalau kita berpesta nanti malam,” usul Jessica.

“Mianhae, aku tidak bisa hari ini. Sepertinya mala mini Kibum oppa akan mengajakku,” ucapku berbohong, Kibum oppa bahkan belum memberiku kabar sejak kemarin mana mungkin dia akan mengajakku. Aku hanya ingin tau respon yang diberikan oleh Yoona setelah mendengar hal ini. Namun dia tidak berekspresi, wajahnya datar. Lalu tiba-tiba dia menyunggingkan sebuah senyum. Aku jadi bingung sendiri dengan tingkahnya. Huft!

“Uh, pasangan baru membuatku iri saja,” ucap Hyoyeon membuyarkan lamunanku sambil menampakkan wajah manjanya.

END YURI POV

KIBUM POV

Pagi ini ingin sekali aku menyapa Yuri, aku sudah rindu padanya. Sebaiknya aku kekelasnya.

Aku melangkahkan kakiku menuju kelas Yuri. Tapi tiba-tiba para hyung dan dongsaengku sudah ada di depanku menatapku dengan tatapan tajam.

“Kurang ajar,” ucap Eunhyuk hyung sambil mencengkram kerah bajuku dan siap untuk memberikan pukulannya kepadaku tapi tangan Donghae hyung menahannya.

“Jangan hyung, kau akan menambah masalah,” jelas Donghae hyung dengan sabar berusaha memadamkan api yang menyala-nyala pada Eunhyuk hyung.

“Apa benar kau sudah berpacaran dengan Yuri?” bentak Yesung hyung kepadaku.

“Mianhae hyung, iya aku sudah berpacaran dengan Yuri,” jawabku mantap.

“Kurang ajar!” satu pukulan mendarat –Yesung- dipipiku. Membuat semua mata mengarah pada kami.

“YA! Kubilang jangan menambah masalah,” jelas Donghae hyung dengan sabar dan menahan Yesung hyung.

Saat ini Minho mencengkram kerah bajuku.

“Aku bahagia asal Yuri bahagia, jadi kalau kau melukainya kau tidak akan segan-segan menghajarmu atau kalau bisa membunuhmu,” ancamnya kepadaku dengan tatapan seperti bianatang buas yang baru menangkap mangsanya.

“Aku juga, akan melakukan hal yang sama bila kau melukai Yuri,” kata Yesung hyung.

“Aku juga begitu,” tambah Eunhyuk hyung.

“A… Aku tidak tahu, tapi sepertinya begitu juga,” ucap Donghae hyung dengan polos.

TTEEETTT…. TTTEEETTT..

Dering panjang bel tanda memulai pelajaran mengentikan aktivitas kami –berkelahi-. Beberapa pasang mata yang tadi menatap kami juga sudah mulai menghilang. Para hyung meninggalkanku dengan tatapan masih mengancam. Aku hanya bisa diam

END KIBUM POV

YURI POV

TTEEETTT…. TTTEEETTT..

Dering panjang bel tanda memulai pelajaran menghentikan perbincangan kami di perpustakaan. Kami segera bergegas meninggalkan perpustakaan ini. Dengan cepat kukembalikan buku-buku yang tadi kuambil dan menatanya lagi dengan rapi. Ternyata aku ke perpustakaan sepagi ini tidak membuahkan hasil untuk tugas yang diberikan Yunho songsaenim kepadaku.

Kami –aku, Yoona, Seohyun, Krystal, Jessica, Hyoyeon- keluar dari perpustakaan dan menuju kelas masing-masing –Hanya aku Yoona dan Seohyun yang satu kelas-

Aku memasuki kelasku dan duduk dibangkuku seperti biasa. Seohyun duduk disebelahku lalu Yoona duduk didepanku dengan Sunny.

Drrt… Drrt…

Segera kuambil hpku yang bergetar disakuku.

From : Kibum Oppa

06.30 KST

29/03/2012

Yul, mianhae kemarin aku ketiduran hingga tidak memberimu kabar. Bagaimana kabarmu sekarang?

Oiya aku hanya ingin tanya. Apa kau nanti malam ada acara? Aku ingin mengajakmu makan malam dirumahku. Ya sudah, bye Yul J

Ah! Hatiku berbunga-bunga setelah membaca pesan dari Kibum oppa.

“Iya, aku mau,” ucapku tanpa ku sadari bahwa saat ini aku sedang berada didalam kelas dengan pelajaran yang sedang berlangsung. Dengan cepat aku menjadi pusat perhatian dikelas ini.

“Kau mau apa Nona Kwon?” ucap Kang-in songsaenim sambil menatapku dalam.

“Eh, aku ma—mau ke kamar mandi songsaenim bolehkah?” tanyaku asal.

“YA! Ini baru saja masuk dan kau minta izin keluar?” bentaknya kepadaku.

“Eh… mianhae songsaenim,” jawabku begitu saja.

“Ya sudah, sana cepat pergi –kekamar mandi- tapi cepat kembali ya,” perintah songsaenim kepadaku.

“Heh?!? N… ne,” jawabku ragu karena aku tidak benar-benar ingin pergi kekamar mandi. Akhirnya aku keluar dari kelas dan menuju kekamar mandi.

Aku berjalan melewati beberapa kelas. Maklum letak kamar mandi cukup jauh dari kelasku. aku terus berjalan tapi tiba-tiba aku bertemu dengan seseorang.

Kibum oppa.

“Yuri?” panggilnya kepadaku.

“Kenapa kau ada disini?” tanyanya kemudian.

“Aku tidak tau,” jawabku asal.

“Heh?!? Bagaimana bisa?” tanyanya lagi.

“Aku izin kekamar mandi padahal aku sedang tidak ingin kekamar mandi,” jawabku berbohong. Mana mungkin aku bisa menjawab bahwa aku tidak sengaja izin kekamar mandi gara-gara aku kelepasan berbicara ditengah pelajaran setelah membaca pesan darimu.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi kesuatu tempat,” ajaknya.

“Tunggu, apa kau tidak ada pelajaran?”

“Aku sedang bosan,” ungkapnya polos.

Aku memandanginya, dia juga memandangiku. Dengan segera kami –aku dan Kibum oppa- mengalihkan pandangan kearah lain karena wajah kami memerah. Lucu, ternyata dia juga masih malu bertatapan denganku.

“Kajja, Yuri,” ajaknya sambil menarik tanganku.

“Tapi kemana oppa?” tanyaku begitu dia melangkah dengan lebih cepat sambil masih memegang tanganku.

****

Dia mengajakku ke bagian paling belakang sekolahku. Aku masih tidak tahu dia akan membawaku kemana.

“Yul, ayo kita jalan-jalan, keluar dari sekolah ini,” ajaknya.

“Mwo? Kau gila? Ani, aku tidak mau!” tolakku.

“Ayolah, Yul aku ingin menikmati hari kedua kita jadian dengan hal-hal yang indah,” pintanya.

“Tapi oppa bagaimana dengan pelajaranku? Tasku? Dan tugas-tugas ku?”

“Tenang, semuanya akan kuurus. Sekarang ayo kita menyelinap keluar dari sekolah ini, kau ikuti aku ya,” ucapnya kepadaku.

Dia –Kibum oppa- merangkak melewati semak-semak. Aku bingung dengan tingkahnya. Dia terus merangkak. Dengan terpaksa aku mengikutinya –merangkak juga-. Tak begitu lama kami sudah berada dijalan raya.

“Ah! Akhirnya bebas!” teriaknya.

“Bagaimana kau bisa tahu jalan keluar ini?” tanyaku.

“Hehehe, aku membuatnya sendiri,” ungkapnya polos.

Aku hanya tersenyum membalas ucapannya sambil menyikut pelan bagian perutnya.

“Aw,” rintihnya.

Dia melingkarkan tangannya dileherku. Aku menatapnya bingung seakan mengatakan ‘kenapa tanganmu ada disini’

“Aku kan sekarang namjachingumu jadi kau harus terbiasa dengan perlakuanku,” ucapnya sedikit malu-malu.

Wajahku memerah. Aku hanya bisa tersenyum.

“Kajja, kita jalan-jalan,” ajaknya.

“Ne,” balasku.

END YURI POV

Author POV

“Awas kau. Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja mengambil Yul-ku,” ucap seseorang dari balik semak-semak sambil sembunyi-sembunyi.

END Author POV

=======TBC======

HARD LOVE (part 1)

Title : Hard Love (part 1)
Author : Raras a.k.a Park Hyun Mi
Main Cast :
* Kwon Yuri
* Cho Kyuhyun
Other Cast :

*Victoria Song
* Tiffany Hwang
* Choi Siwon
PG : 15+
Length : Sequel
Disclamer : all of plot is mine. The caracters is belong to God. DON’T BE A PLAGIATOR

Akhirnya bisa publish part 1….

Ini dia lanjutan dari treaser hard love

kalau bisa RCLnya ya readers :)

Gomawo :)

YURI POV

“Untuk sementara kau bisa tinggal disini Yuri,”

“Ne, gomawo onnie,”

Konflik yang melanda orang tuaku membuatku melarikan diri dari rumah. Saat ini aku sedang berada dirumah guru ku. Dia adalah guru yang baik. Dia bisa menjadi teman, sahabat, teman curhat, bahkan ibuku. Dia sangat perhatian padaku.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya guruku kepada yang seketika itu membuyarkan lamunanku.

“Hem,” Hening. Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutku. Aku belum siap untuk menceritakannya kepada orang yang sangat kupercaya sekalipun.

“Baiklah, sebaiknya aku tidak menanyakan hal itu saat ini,”

“Mianhae onnie,”

“Wae? Kenapa kau minta maaf kepadaku. Kau itu lucu Yul,”

“Gomawo karena memberiku tempat tinggal untuk sementara ini onnie,”

“Aish… Tidak apa-apa… Aku malah lebih senang karena kau ada disin. Aku jadi tidak kesepian,”

“Aku sangat beruntung memiliki guru les sepertimu Victoria onnie,”

“YA!! Jangan anggap aku guru lesmu saat ini. Aku kan masih muda. Anggap saja aku sebagai temanmu,”

“Tentu saja,”

Tok… Tok… Tokk…

Ada seseorang yang mengentuk pintu.

“Aish… Tidak sabar sekali orang itu. Tunggu sebentar ya Yul,”

“Ne,”

Victoria onnie berdiri dari tempat duduknya dan membuka pintu. Saat pintu dibuka terlihatlah seorang yeoja yang sudah sangat kukenal.

“Yuri,” ucap yeoja itu berteriak kepadaku.

“Tiffany,” Balasku.

Kami berpelukan seperti orang yang sudah lama tidak bertemu.

“Mengapa kau tidak tinggal dirumahku saja?”

“Ani, Aku tidak mau merepotkan Ummamu Tiff, lagipula kau sudah terlalu banyak membantuku,”

“Kau seperti tidak menganggapku sebagi temanmu,”

“Aish kau jangan begitu,”

“Aku hanya bercanda,” gurau Tiffany.

“Jadi, siapa yeoja ini,” Tanya Victoria onnie yang sedari tadi hanya melihat tingkah kekanak-kanakan kami,”

“Ah,,, aku lupa mengenalkanmu kepada guru lesku. Perkenalkan ini adalah guru terbaik, Victoria onnie dan ini adalah teman terbaikku, Tiffany,”

“Annyeong Tiffany,” ucap Victoria onnie ramah.

“Annyeong,” balas Tiffany sedikit ketus.

“YA! Bisakah kau sopan sedikit,”

“Annyeong Victoria onnie,” ucap Tiffany dengan senyum yang dibuat-buat.

Aku hanya bisa tertawa melihatnya.

“Sebaiknya aku menyiapkan minuman untuk kalian berdua,”

“Ani, tidak usah Victoria onnie, Tiffany pasti hanya sebentar disini,” tolakku.

“Tidak apa-apa,” akhirnya Victoria onnie masuk dan membuatkan minuman.

“Aku tidak suka dengannya Yul,”

“Wae?”

“Nanti kau akan melupakanku,”

“Hahahahaha, mana mungkin,”

Victoria onnie pun masuk dengan membawa 3 buah gelas minuman.

“Silahkan, ini minumannya,”

“Kamsahamnida onnie,”

“Ne,”

Kami bertiga saling bercakap-cakap hingga larut malam. Membicarakan tentang kehidupan kami masing-masing memang tidak ada habisnya. Sungguh menyenangkan bila waktu terus berjalan seperti ini.

“Gomawo Victoria onnie maaf sudah merepotkanmu,” pamit Tiff kepada Victoria onnie.

“Ne, bagaimana kau bisa pulang? Ini sudah larut lama,” Tanya Victoria onnie khawatir.

“Namjachinguku akan menjemputku,”

“Ne, hati-hati ya,”

“Ne, Gomawo. Aku pulang dulu. Bye Yul,”

“Bye, hati-hati Tiffany,” ucapku sedikit berteriak karena Tiffany sudah berada di depan pagar rumah Victoria onnie, sambil melambaikan tangan.

“Temanmu sangat attractive Yul,” perkataan Victoria onnie yang tiba-tiba mengagetkanku.

Hanya senyum yang keluar dari mulutku.

“Sebaiknya kau tidur, hari sudah malam,”

“Ne,” ucapku lalu segera beranjak menuju tempat tidur.

Dirumah yang sederhana inilah kisah cintaku dimulai. Kisah cinta yang tak pernah kusangka-sangka sebelumnya. Semoga kisah cinta yang akan kualami ini tidak menjadi seperti kisah cinta kedua orang tuaku. Mereka menikah hanya karena harta. Pertengkaran adalah hal yang wajib dilakukan oleh kedua orang tuaku. Hingga malam ini kuputuskan untuk kabur dari rumah.

FLASHBACK

Menyenangkan sekali sore ini. Aku terpilih menjadi ketua klub drama. Bagaimana reaksi Appa dan Umma ya?

Aku sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahku dari sekolah. Senandung kecil menemani langkahku.

Saat akan memasuki rumah aku mendengar kedua orang tuaku sedang bertengkar. Aku tidak terlalu terkejut dengan hal ini.

Memang akan aneh bila mereka tidak bertengkar.

Saat akan membuka pintu aku mendengar perkataan mererka.

“Memang itu idemukan yang berniat untuk mengadopsinya,” ucap Ummaku berteriak kepda Appaku. Aku sedikit shock mendengar ucapan Ummaku.

“Aku melakukan ini untuk memperbaiki hubungan kita yang tak pernah membaik,” kata Appaku dengan nada marah.

“Tapi ini tidak berjalan sesuai yang kau inginkan. Lihat saja dia malah semakin merepotkan,”

“CUKUP! Jangan pernah kau mengatakan hal itu lagi,”

“WAE?           Dia terlalu banyak makan. Apa kau mau uangmu habis hanya karena memberinya makanan mahal,”

‘Mwo? Ummaku keterlaluan sekali. Padahal jelas-jelas dia yang lebih banyak makan daripada aku’

Aku sudah tidak kuat dengan percakapan orang tuaku.

Kubuka pintu rumahku dan membuat kedua orang tua ku terkejut.

Aku tidak menghiraukan mereka. Aku hanya berjalan kekamarku dan mengemasi barang-barangku sambil menahan tangis. Ini sungguh keterlaluan. Jadi aku hanyalah anak adopsi yang tidak diharapkan oleh Ummaku sendiri.

Aku pergi dari rumah dan meninggalkan surat untuk kedua orangtuaku.

Aku memang tidak pantas untuk berada di antara Appa dan Umma. Aku terlalu menyusahkan memang. Mungkin jika aku pergi dari rumah kalian akan tenang dan hidup bahagia. Tenang saja aku akan baik-baik saja. Tolong jangan bertengkar lagi. Aku sudah malu dengan para tetangga yang membicarakan kalian berdua. Hiduplah bahagia selalu dengan damai dan penuh cinta.

Yul

END FLASHBACK

Jadi disinilah aku sekarang. Dirumah Victoria onnie guru les sekaligus sahabat terbaikku selain Tiffany.

*****

@Victoria’s home in Morning

“Yuri, aku harus bekerja sekarang. Apa kau tidak masalah kutinggal sendiri disini?”

“Ne, tidak usah mengkhawatirkanku. Aku tidak apa-apa,”

“Baiklah, aku pergi dulu,”

Victoria onnie pun pergi dengan vespanya. Aku melambaikan tanganku dari rumah Victoria onnie. Sengaja kuputuskan hari ini untuk tidak bersekolah terlebih dahulu karena semua bukuku ada dirumah. Sebagai gantinya Victoria onnie yang akan mengajariku.

Pasti akan sangat membosankan menunggu Victoria onnie pulang. Ahh, aku menjetikkan jariku seakan mendapat sebuah ide. Mungkin sebagai ucapan terima kasih aku akan membersihkan rumahnya dan memasak makanan untuknya. Sekaligus mengobati rasa kebosananku.

Aku bergegas untuk mengambil sapu dan peralatan kebersihan lainnya. Dan mulai mengerjakan tugasku dengan penuh kerja keras. Tak akan kubiarkan satu debu memasuki rumah Victoria onnie. Victoria onnie akan sangat bangga padaku. ^^

(skip time)

Setelah selesai membersihkan bagian dalam rumah, kuputuskan untuk menyiram tanaman-tanaman yang ada di depan rumahnya.

Ternyata sangat menyenangkan sekali bekerja seperti ini. Padahal biasanya aku tidak akan mau bila Umma menyuruhku membersihkan rumah. Bagaimana keadaaan umma dan appa sekarang ya? Rasa rindu mulai mengampiri hatiku. Walaupun ummaku tukang makan dan keras kepala namun dia sangat perhatian dan baik. Begitu pula dengan appaku.

Aku menghembuskan nafas dalam untuk membuang rasa rinduku kepada mereka. Karena au belum bisa kembali sebelum mereka akur lagi.

Kunyalakan kran air dan mulai menyirami tanaman-tanamannya.

“Tanaman tanaman lekaslah tumbuh dan membesar. Rawatlah daku dan Victoria onnie,” sedikit bersenandung membuatku semakin bersemangat dalam melaksanakan pekerjaanku.

Tiba-tiba kulihat seorang namja berdiri di depan pagar rumah Victoria onnie sambil menatapku.

‘kenapa dengan namja itu? Aneh?’ pikirku dalam hati.

“Nugu?” Tanya namja itu kepada seseorang? Mungkin kepadaku? Aku melihat sekelilingku dan menyadari bahwa hanya ada aku disini.

“Ya kau, mengapa kau mencari orang lain. Sudah jelas-jelas aku menatapmu,” ucapnya lagi dengan nada sebal.

Aku tersenyum kepadanya. “Kwon Yuri, imnida,” ucapku sembil setengah membungkuk dengan masih memegang selang untuk menyiram bunga.

“Yuri-sshi apa kau tau mengapa aku datang kesini?” kata namja itu dengan nada kesal.

“Ani, aku tidak tahu,” kataku smabil menggelengkan kepala.

“Aku terganggu dengan suaramu,”

“Mwo?”

“Asal kau tahu ya, telingaku seakan dimasuki benda yang sangat tajam saat kau bernyanyi. Jadi tolong jangan menyanyi lagi,”

“YA!! Namja baru kenal, sangat tidak sopan sekali mengatai orang seperti itu,” ucapku dengan nada yang sangat kesal. Padahal baru saja aku bertemu dengannya tapi dia malah sudah berani menjelek- jelekkan suaraku.

“Aku berkata jujur, Yuri-sshi. Aku adalah seorang penyanyi jadi aku bisa mengetahui mana suara yang enak dan yang tidak,” namja itu semakin menampakkan kesombongannya.

“Cukup,” tanpa pikir panjang kuarahkan selang penyiram bungaku kearahnya. Dia terlonjak kaget dengan gerakan tiba-tibaku. Dia mencoba menutupi mukanya dengan tangannya agar tidak terkena air. Aku hanya tertawa puas sekarang karena dia tidak bisa mengucapkan hal-hal yang menyombongkan dirinya lagi padaku.

“Mi…an…..hae,” ucap namja itu setengah berteriak dengan air masih menyirami wajahnya. Aku melihatnya sudah kelelahan dan membutuhkan oxygen. Segera kumatikan kran air, kurasa sudah cukup untuk mengerjainya. Dia jatuh kelelahan kelantai dan menatap kearahku tajam.

‘Deg’ jantungku berdegup kencang saat ini. Jangan-jangan dia sangat marah padaku.

Lalu dia berdiri dan berjalan kearahku. Aku yang shock tidak bisa menggerakkan sedikitpun kakiku. Dia semakin mendekat kearahku. Aku sedang berpikir apa yang harus kulakukan. Gotcha! Aku mendapatkan sebuah ide. Aku berlari menuju kran air dan menyalakannya lagi lalu mengarahkannya ke namja itu. Tapi sepertinya dia sudah mengetahui rencanaku, karena tiba tiba dia sudah menangkap selangku dan mengarahkannya tepat kewajahku.

Semburan yang cukup keras membuatku jatuh tersungkur ke tanah. Wajahku sakit sekali menerima semburan air yang tiba-tiba itu. Namun dengan sadisnya dia masih menyiramku dengan kran itu.

“YA! HENTIKKAANNN, uhukkk… uhukk…,” ucapku terbatuk-batuk karena banyak air yag kutelan.

Dia mematikan kran air tersebut. Aku hanya bisa bernafas lega dan membiarkan tubuhku jatuh ketanah.

“Jadi, bagaimana rasanya?” dia membungkuk sambil menatapku.

“Hahhh… Hoshh…. Kau kejam,” aku benar-benar butuh banyak oxygen saat ini.

“Ini kan salahmu, kau yang memulainya duluan,”

“Tapi aku seorang yeoja,”

“Aish… Pasti selalu seperti ini. Kalau kau yeoja lalu kenapa?”

Aku bangun dari posisi awalku –tidur-. Aku mulai berdiri di hadapan namja itu.

“Kau,” saat akan memukulnya aku tidak menyadari bahwa kakiku terjerat selang tadi, aku tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhku dan aku jatuh tepat diatas namja itu.

Saat ini posisiku berada diatas namja tadi. Wajah kami sangat dekat. Jantungku mulai berdegup lebih kencang.

Tiba-tiba dia menyentuh wajahku.

“Kau yeoja yang sangat cantik,” ucapnya menggodaku.

Aku membenarkan posisiku. Bangun dan duduk di sebelah namja itu. Bisa kurasakan wajahku memerah saat ini.

“Namamu siapa?” tanya namja itu lembut kepadaku.

Aku melihat kearahnya dan memberanikan diri menatap matanya.

“Bukankah tadi sudah kuberi tahu,” jawabku ketus.

“Ah, ne, aku Cho Kyuhyun,”

Kami berpandangan lalu tertawa bersama.

“Mianhae, sudah membuatmu basah kuyup,” ucapku terus terang kepadanya.

“Mianhae sudah menyiksamu dengan air tadi,” ucapnya meminta maaf kepadaku.

“Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa ada di rumah Victoria?” tanyanya kepadaku.

“Ah, ne, aku adalah murid lesnya Victoria onnie. Untuk sementara aku akan tinggal disini karena perselisihan orang tuaku,” jawabku.

“Jadi kau kabur dari rumah?”

“Hehehe, ne,” jawabku malu-malu.

“Kau bersekolah dimana?” tanyanya lagi.

“Seoul Music Art,”

“Mwo? Itu kan sekolah yang sangat elit,” ungkapnya kagum.

“Ne, tapi sepertinya aku tidak bisa bersekolah lagi,” ucapku polos.

“Mwo? Are you pichoso? Kenapa kau begitu?”

“Semua bukuku tertinggal dirumah. Tidak mungkin aku kembali untuk mengambilnya,” jawabku lugu.

“Makanya kalau tidak bisa kabur dari rumah jangan coba-coba. Kan masih banyak penyelesaian masalah lain selain kabur dari rumah. Kalau hanya kabur dari rumah dan kau harus meninggalkan sekolahmu kau tidak akan menjadi orang yang berguna didunia dan itu malah akan membuat malu nama keluargamu. Kau malah menyusahkan umma dan appa mu loh,” jelasnya panjang lebar kepadaku.

“Itu tidak masalah, asalkan umma dan appaku bisa rukun kembali seperti dulu,” jawabku dengan airmata yang hampir mengalir karena mengingat kejadian beberapa tahun lalu saat kami hidup bagaikan keluarga yang bahagia dan tidak akan runtuh walaupun diterjang ombak sebesar apapun.

Kupejamkan mataku menahan airmataku untuk turun. Namun aku bisa merasakan Kyuhyun-sshi memelukku sekan memberitahu dia akan disampingku dan melindungiku. Aliran hangat mengalir dari tubuh Kyuhyun ke tubuhku. Inilah yang kuinginkan dan kudambakan. Rasa hangat, tentram, dan damai. Rasa ini yang ingin kudapat dari kedua orang tuaku bukan dari orang yang lain yang baru saja ku kenal. Namun begini saja sudah cukup, aku sudah merasa lebih hidup sekarang.

Aku membuka kedua mataku dengan Kyuhyun masih memelukku. Kulihat para orang-orang melihat kearah kami. Glek! Aku baru sadar aku berada di tempat terbuka. Kira-kira apa yang ada dipikiran mereka ya? Melihatku berpelukan dengan seorang namja dengan keadaan basah kuyup.

Kusingkirkan tubuh Kyuhyun dari tubuhku. Membuatnya tersenta kaget. Mukaku sangat-sangat merah saat ini. Aisshh! Bodohnya aku.

Aku bergegas masuk kedalam rumah karena melihat pandangan orang-orang ya sudah mulai banyak didepan rumah Victoria onnie. Aku menutup pintu dengan cepat dan bersandar dibalik pintu. Seulas senyum tersungging diwajahku. Sepertinya aku menyukainya.

@Victoria’s home in Night

Aku mendengarkan penjelasan Victoria onnie disampingku. Saat ini aku sedang membahas tentang matematika. Haduh! Pusing! Susah! Sulit! Segera kutepis pikiran itu. Aku tidak ingin membebani Victoria onnie hanya karena aku lemot dalam matematika.

Ndus…Ndus…. Kucium bau harum Pizza Beef memasuki rumah ini. Mungkin itu hanya fatamorgana karena dirumah ini tidak ada yang memesan pizza. Atau mungkin aku yang kelewat lapar hingga memimpikan makan Pizza Beef. Tapi itu tidak mungkin. Victoria onnie pasti tidak memiliki cukup uang untuk membelinya.

Tapi bisa kurasakan baunya semakin mendekat. Mendekat. Lebih mendekat. Aku menatap Victoria onnie yang masih menjelaskan pelajaran matematika kepadaku. Dia menatapku kembali dengan tatapan bingung seakan-akan mengatakan ‘ada apa?’ Lalu aku berdiri dan berjalan menuju pintu depan rumah. Victoria onnie masih bingung dengan sikapku.

Aku bisa merasakan Pizza Beef ada dibalik pintu ini. Segera kubuka pintunya.

Kulihat seorang namja yang akan mengetuk pintu ini namun tidak jadi karena aku sudah mendahuluinya.

“Kyuhyun-sshi,” sapaku padanya sambil melihat Pizza Beef yang ada ditangannya. Ternyata penciumanku tidak salah.

“Hai, Yuri-sshi, Victoria,” ucapnya sambil mengintip kedalam rumah untuk melihat Victoria.

“Kyu,” jawab Victoria onnie ceria.

Victoria onnie berjalan kearah kami. Dia sedikit mendorongku untuk memberinya ruang agar bisa bertatap muka dengan Kyuhyun.

Aku pergi kedapur untuk menyiapkan minuman. Sambil mendengarkan pembicaraan mereka. Maklum antara dapur dan ruang tamu hanya dipisahkan oleh satu tembok.

“Vic, kubawakan Pizza Beef untukmu dan muridmu yang cantik itu,” suara Kyuhyun-sshi terdengar sekali dari sini.

Wajahku memerah saat ia mengatakan hal itu. Aku tersenyum dan tersipu malu sendiri sekarang. Aku bingung, bagaimana kalau pada saat aku mengeluarkan minuman ini untuknya aku jadi salah tingkah? Pasti memalukan sekali. Aku menggigit bibir bawahku mencoba tenang dan tidak bertindak ceroboh. Kuhembuskan nafas berkali-kali. Siapa tahu bisa membantuku untuk menghilangkan rasa tegang yang saat kini sudah akan menembus tulangku.

“Kau kenal dengan Yuri?” Tanya Victoria onnie.

“Ne, kami bertemu tadi siang. Dia sangat lucu, dan menarik,” sekali lagi dia membuatku mengeluarkan wajah seperti kepiting rebus –merah-

Tokk… tok… tokk

Suara pintu yang diketuk menyita perhatianku dari teh yang sedang kubuat.

“Yuri,” suara yang sangat kukenali terdengar sampai kedapur. Aku beranjak keluar dari dapur dan menuju asal suara ini, suara Tiffany.

“Tiffany,” ucapku ceria.

“Yuri,” balasnya dengan sedikit berteriak.

“Yuri, kau kelihatannya semakin kurus saja apa guru lesmu ini tidak memberimu makan,” ucap Tiffany dengan ketus kepada Victoria onnie.

Dengan segera aku menginjak kaki Tiffany menyuruhnya untuk tidak berkata seperti itu lagi.

“Hehe, onnie, aku sudah membuatkan teh untuk Kyuhyun-sshi, tehnya ada di dapur. Aku ingin berbincang-bincang dengan Tiffany dikamarku. Bolehkah?” pintaku kepada Victoria onnie.

“Ne, saeng,” jawabnya dengan senyum mengembang.

“Ani, aku sudah harus pulang. Aku tidak bisa lama-lama disini,” kata Kyuhyun-sshi tiba-tiba.

Dia –kyuhyun- berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearahku.

‘Mungkin dia akan mengucapkan selamat malam kepadaku’ batinku.

Dia berjalan semakin dekat dan kemudian…..

Cup~

Dia mencium pipiku dengan tiba-tiba. Aku bingung dengan apa yang harus kulakukan. Tubuhku kaku. Tiffany menatapku kaget. Begitu pula Victoria onnie yang tak percaya dengan yang dilihatnya. Dia –Kyuhyun- masih mencium pipiku.

“Selamat malam, Yuri-sshi,” ucapnya setelah melepas ciumannya kepadaku.

Aku masih mematung. Tidak bergerak sedikitpun. Rasanya aku sudah lupa cara untuk bernapas dengan normal.

Kyuhyun-sshi telah mencuri ciuman –pipi- pertamaku kecuali dengan appa dan ummaku. Waktu aku memiliki namjachingu dulu dia tidak berani menciumku. Anehnya aku tidak merasa marah. Rasa bahagia yang lebih menyelimuti hatiku. Jadi seperti ini rasanya ciuman hangat dari hati yang terdalam.

Seulas senyum tersungging diwajahku.

“YA! Gwenchanayo Yuri?” Tanya Tiffany membuyarkan lamunanku.

“Ah, ne, gwenchana, kajja kita berbicara dikamar saja,” aku menarik tangan Tiffany menyuruhnya untuk mengikutiku.

@Yuri’s Room

Tiffany duduk diatas tempat tidurku sambil menatapku dengan wajah yang seakan berkata ‘apa hubunganmu dengan namja itu?’

“Aniyo, aku tidak ada apa-apa dengannya,” ucapku mencoba untuk menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi.

“Don’t lie to me,” sergahnya kepadaku.

“No, I don’t lie, I swear,”

“So, why that guy kiss you?”

“Hem, maybe he just want to….. to….,” jawabku kehilangan kata-kata.

“To what?” Tanya Tiffany yang saat ini benar-benar memojokkanku.

“Sudahlah, kami hanya sebatas teman, aku mengenalnya tadi pagi,” jawabku bingung.

“Apa kau suka padanya?” Tanya Tiffany dengan suara menggoda.

‘Aish! Yeoja ini merepotkan sekali’ batinku.

“Hem, an… aniyo,” jawabku ragu.

“YA! Tidak usah berbohong lagi, wajahmu benar-benar mengatakan kau suka padanya,”

DEG!

“Apakah sebegitu terlihatnya raut mukaku,”

“Aha… aku benarkan?” tanyanya sekali lagi kepadaku yang hanya bisa kujawab dengan muka seperti udang rebus –malu-.

“Ohhh,, you’re fallin’ in love baby, kekeke,” godanya kepadaku.

“Ya! Sudah berhenti meledekku,” ucapku dengan malu sambil melempar sebuah bantal kearah mukanya.

“Yuri fallin’ in love, Yuri fallin’ in love, Yuri fallin’ in love,”

“Cukup Miss Hwang, aku sudah mendengar kata-kata itu berulang kali dari mulutmu,” cegahku kepadanya untuk tida berbicara hal itu lagi.

“Kalau begitu, kau harus mendengarnya lagi karena aku tidak akan berhenti mengucapkannya hingga aku lelah,” godanya sekali lagi kepadaku.

Aku melemparinya dengan bantal –lagi- tepat kearah mukanya.

“YA! Berhenti melempari bantal itu kepadaku,”

“Aku tidak akan berhenti melakukannya hingga aku lelah, kekekeke,” balasku kepadanya dengan tatapan jahil.

Tiffany mulai membalasku dengan melempar bantal yang tadi kulemparkan kepadanya. Sepanjang malam kami bermain perang bantal. Memang mengasyikkan dan menyenangkan bermain tanpa ada batas. Tanpa harus memikirkan kehidupan yang ada di dunia. Tanpa harus memikirkan perselisihan Appa dan Ummaku. Namun aku tau itu tidak akan mungkin. Setidaknya untuk malam ini saja aku ingin melupakan semua kejadian yang telah kualami di dunia ini. Hanya malam ini saja aku bermain tanpa ada yang melarangku.

END YURI POV

VICTORIA POV

Aku memandangi satu lembar foto yang sudah usang namun masih kusimpan. Hanya satu foto yang menjadi kenanganku dan dirinya. Foto saat kita berdua menjalani masa sekolah yang menyenangkan. Foto dimana kau memeluk diriku saat kelulusan. Wajahmu sangat bahagia.

Asal kau tahu aku mulai mencintaimu sejak aku masih berumur 8 tahun. Usia yang sangat belia memang untuk merasakan cinta. Namun percayalah sejak usia itu hingga sekarang aku tak pernah berhenti mencintaimu.

Cho Kyuhyun.

Walaupun aku harus menunggu beribu tahun lamanya. Aku rela. Tapi mengapa kau mengistimewakan yeoja yang baru kau kenal beberapa jam yang lalu. Aku sakit Cho Kyuhyun. Apa kau tidak melihatku yang sudah menunggumu selama 12 tahun.

Air mataku mulai mengalir deras. Hatiku juga sakit. Entah obat apa yang dapat menyembuhkannya. Mungkin yang kubutuhkan saat ini hanya kau. Hanya kau Kyu.

TBC

Love is Destiny (part 2)

 

Title : LOVE is DESTINY (part 2)
Author : Raras a.k.a Park Hyun Mi
Main Cast :
* Kwon Yuri
* Cho Kyuhyun
Other Cast :
* Tiffany Hwang
* Choi Siwon

PG : 15+
Length : Sequel
Disclamer : all of plot is mine. The caracters is belong to God. DON’T BE A PLAGIATOR

 

Previous Page

Twitterku pun terbuka. Sengaja tidak kupasang fotoku sendiri di twitter ini. Aku tidak ingin menampakkan wajahku kepada semua orang yang belum kukenal apalagi penipuan sedang marak-maraknya.

Aku mensearch twitter namja tadi. Aku sudah penasaran dengan wajahnya. Kuketikkan ‘@KyuEvil’ dan muncullah satu profil seorang namja.

***

“Saya adalah pelayan dari keluarga Kwon. Keluarga Kwon meminta saya untuk menghubungi seorang guru privat untuk anaknya. Dan saya rasa anda adalah orang yang tepat,”

***

Langit yang mendung mulai mengeluarkan airnya.

“Astaga hujan, bagaimana ini?”

Aku berteduh disalah satu toko kimchi yang tidak buka pada hari ini sambil membawa tas laptopku.

Tiba-tiba datanglah seorang namja yang juga berteduh di tempat yang sama denganku. Aku menatap kearahnya dan dia menatap kearahku. Kami berpandangan selama beberapa detik.

***

“Mwo? Permintaan?”

“Ne, aku ingin kau menjaga Yuri selama kami pergi ke Busan,”

“M…Mwo? Menjaga?”

“Ne, aku akan memberimu bayaran lebih,”

“Ne, aku menerima tawaran anda Tuan Kwon,”

End Previous Page

 

KYUHYUN POV

Pagi yang menyenangkan untuk hari ini. Tidak seperti biasanya, pagi ini aku sudah berpakaian rapi karena hari ini adalah hari pertamaku menjadi seorang guru privat. Sebenarnya pekerjaan awalku adalah seorang guru namun karena sekolah tempat ku mengajar harus di bubarkan untuk pembangunan hutan  lindung, aku terpaksa menjadi seorang sekretaris. Dan sekarang aku harus menjadi seorang guru lagi. Sebenarnya tidak susah, namun karena sudah hampir 7 bulan aku melupakan pendidikanku aku jadi lupa beberapa rumus kimia yang sangat penting. Babo! Tapi tenang saja aku sudah me-reviewnya kembali. Jadi ingatanku sudah 100% sempurna.

Saat ini aku sedang menyantap roti bakar di rumah sederhanaku sambil membuka account twitterku.

“Heh?!? Siapa sih Black Pearl ini?” pertanyaan ini muncul begitu aku melihat mentions darinya.

@KyuEvil hai, bolehkah aku berkenalan denganmu?

Yeoja yang sangat berani. Apa dia tidak malu untuk memulai duluan? Lebih baik segera kubalas saja.

Kyu Evil Maknae: Tentu saja siapa namamu? RT @BlackPearl: @KyuEvil hai, boleh berkenalan denganmu?

Huft! Tak berapa lama kemudian dia membalas.

@KyuEvil namaku Yul, namamu?

Menarik juga.

@BlackPearl namaku Kyuhyun.

Tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan balasan darinya.

@KyuEvil: Kau tinggal dimana?

Wah dia benar-benar berani. Lucu juga yeoja ini. Bagaimana wajahnya ya? Kenapa dia tidak memakai wajah aslinya saja. Jangan-jangan dia jelek, makanya dia tidak berani menunjukkan wajahnya. Tapi boleh juga. Lagipula aku juga sudah lama tidak bermain-main dengan seorang yeoja.

END KYUHYUN POV

YURI POV

Pagi ini suram sekali. Aku tidak bisa bangun dari tempat tidurku, karena Umma melarangku untuk pergi kemana-mana! Menyebalkan. Lebih baik aku menelpon Tiffany.

Kuraih hpku diatas meja lampu tidur. Saat akan menelponnya aku terkejut karena sms yang datang tiba-tiba dari Tiffany.


From: Tiffany EyeSmile

04/03/2012

07:00 KST

Jangan menelponku hari ini. Hpku akan ku-nonaktifkan karena aku sedang kencan dengan namjachinguku. Lebih baik kau bermain dengan namja twitter itu. J

Aish! Tau darimana dia kalau aku akan meneleponnya. Kuurungkan niatku untuk meneleponnya setelah membaca sms dari Tiffany. Huft! Apa yang harus kulakukan untuk mengusir rasa kesepian ini.

Kemudian aku teringat dengan kalimat terakhir dari sms Tiffany. Aku jadi ingin mencoba berkenalan dengannya. Apalagi hari ini aku tidak punya kerjaan. Kuambil hanphone ku –lagi- dan membuka twitter.

“Kenapa lama sekali loadingnya?” pikirku karena telah menunggu halaman twitter terbuka sejak 5 menit yang lalu.

“Jangan-jangan pulsaku habis,”

Segera ku-check pulsa ku untuk memastikan apakah benar analisis (?) yang kuperkirakan tadi.

“Aish! Kenapa hampir semua barang dan manusia yang ada disini tidak memihak kepadaku,” ujarku dengan sedih dan merana *lebay*

Dengan terpaksa aku hanya bisa tidur-tiduran di kasur yang super besar dan empuk ini tanpa melakukan apapun. Sangat amat membosankan.

Tok!! Tok! Tok!

Suara pintu diketuk. Lalu kemudian pintu dibuka.

Kriieett… (bener gak sih bunyinya? Ngasal author :p)

“Permisi, nona. Saya membawakan teh hangat untuk nona Yuri,” ujar Miss Lung, kepala pelayan dirumahku sambil meletakkan secangkir teh hangat dimeja sebelah kasurku.

Aha! Sebuah ide terlintas di benakku.

“Miss Lung, bolehkah aku meminjam hpmu?” tanyaku dengan polos dan wajah memohon.

“M..Mwo?” responnya tak percaya dengan yang kukatakan.

“Aish! Aku akan memakainya sebentar, aku janji tidak akan lama dan aku tidak akan mengutak-atik privasi-mu. Ayolah kumohon!” ucapku sekali lagi dengan wajah memohon.

“Ne, tapi untuk apa nona?”

“Kau punya pulsa kan?” Tanya ku jauh lebih polos dari yang tadi.

“Ne, aku punya,” jawabnya.

“Aku ingin memakainya untuk membuka twitterku. Hpku sedang tidak ada pulsanya. Maka dari itu aku ingin meminjam hpmu. Karena pasti akan bosan sekali bila aku harus menghabiskan waktu ditempat ini terus. Kau tidak perlu khawatir bibi Lung. Pulsamu akan kuganti, ya, ya, ya,” jelasku panjang lebar.

“Boleh saja nona, namun handphone saya sangat jelek dan jadul. Apa anda masih mau memakainya?” tawarnya kepadaku sambil mengeluarkan handphone dari sakunya dan menunjukkan kepadaku.

‘Aish! Memang benar-benar jadul’ begitu ungkapan yang keluar begitu aku melihat handphone punya bibi Lung.

“Apa hp ini bisa untuk twitter? Aku jadi sedikit ragu bibi Lung,” kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutku. Aku tahu mungkin dia sakit hati mendengarku bicara seperti itu.

“Hahaha, tentu bisa  nona. Namun karena masih jadul fasilitasnya tidak selengkap hp anda. Mungkin handphone ini hanya bisa untuk mention dan update status,”

‘Eh?!? Ternyata bibi Lung gaul juga’

“Ya sudah tak apa,” ujarku lalu aku pun membuka account twitterku lewat hp bibi Lung yang jadul.

“Eh?!? Handphone ini tidak bisa melihat foto dari twitter?” tanyaku, begitu aku menyadari bahwa handphone ini tidak bisa digunakan untuk melihat foto di twitter.

“Tentu tidak bisa nona, handphone ini tidak bisa dibuat untuk mengakses gambar dan suara-suara, maka dari itu tadi aku menawarimu sekali lagi, apakah kau masih mau memakainya?”

“Aish! Terpaksa dari pada aku harus menderita karena kebosanan,” ucapku pasrah.

“Mianhae nona, apa kau mau ku belikan pulsa agar kau bisa memakai hpmu,” tawarnya kepadaku.

“Ani, tidak usah. Handphone juga mungkin sebentar lagi akan mati. Semalam aku idak menge-charge-nya,”

“Ne, saya pergi dulu nona,” bibi Lung pun melangkah akan meninggalkan kamarku.

“Jamkkaman, bibi Lung, kamsahamnida, jeongmal kamsahamnida,” ujarku sambil sedikit membungkuk dengan duduk diatas kasurku.

“Ne, nona,” bibi Lung pun pergi meninggalkan ruanganku.

Aku mulai bermain dengan twitterku. Membalas mentions sahabat-sahabatku sudah jadi kebiasaan yang wajib dilakukan.

‘Oh iya, sebaiknya aku me-mentions namja itu’ pikirku begitu aku mengingat sms dari Tiffany tadi.

@KyuEvil hai, bolehkah aku berkenalan denganmu?

Apa dia mau merespon tweet-ku? Bagaimana kalau dia menganggap aku sebagai yeoja murahan? Atau mungkin yeoja gampangan? Mungkin dia akan mebenciku karena aku terlalu kepedean. Haduh! Memang babo sekali aku ini. Kenapa aku harus percaya ucapan Tiffany. Kenapa aku tergoda kepada namja yang belum pernah kulihat wajahnya? Kenapa aku?

Heh?!? Dia membalas tweet-ku.

@BlackPearl Tentu saja siapa namamu?

Mwo? Dia ingin tahu namaku? Ah! Leganya, setidaknya dia tidak menganggapku yeoja murahan.

@KyuEvil namaku Yul, namamu?

Semoga dia masih mau membalas tweet-ku.

@BlackPearl namaku Kyuhyun.

Ternyata dia boleh juga. Sebaiknya segera kubalas supaya dia tidak lama menunggu.

@KyuEvil: Kau tinggal dimana?

Haduh! Kenapa aku bertanya hal seperti ini. Dia pasti akan keberatan menunjukkan alamtnya kepada seseorang yang baru dia kenal. Dia pasti akan benar-benar menganggapku sebagai yeoja gampangan. Babo! Babo! Babo!

Sudah dua menit aku menunggu, sepertinya dia tidak mau membalas tweet-ku lagi. Ya sudahlah, yang jelas aku tahu dia adalah namja yang cukup baik walaupun hanya dari twitter J

Tiba-tiba hp ku bibi Lung berbunyi.

@BlackPearl mianhae, aku harus bekerja sekarang. Nanti kita lanjut lagi.

Wah! Dia masih mau membalasnya. Mataku berseri-seri begitu aku membaca balasan tweet darinya.

Ceklek. Pintu terbuka dan muncullah ummaku.

“Yuri, guru lesmu sudah datang. Dia yang akan menjagamu ketika umma dan appa pergi ke Busan nati sore. Mulai sekarang kamu harus terbiasa dengannya. Karena sepertinya umma dan appa akan pergi cukup lama,” terang ummaku begitu dia masuk ke kamar.

“Ah, ne, apa dia seorang namja?” tanyaku spontan.

“Ne, umma mau kau tidak berbuat yang aneh-aneh dengannya,” perintah ummaku.

“Eh?!? Memang umma pikir aku akan berbuat apa?”

“Ani, kau kan tau dia namja, sedangkan kau yeoja. Umma hanya tidak mau bila tiba-tiba kau berbuat hal yang tidak diinginkan,” larang ummaku dengan tegas.

“Ne, lagipula aku tidak begitu suka dengan yang tua-tua, kekeke,” candaku.

“Ya! Dia belum tua. Dia masiuh muda dan lumayan tampan,”

“Umma, umma, umma, ingat umurmu,” godaku. Ummaku hanya tersenyum menanggapinya.

“Ah, ne, dia akan kusuruh masuk dan mengajarimu disini,” ujar ummaku yang hanya kubalas dengan anggukan.

Ummaku keluar dari kamar untuk memanggil guru lesku yang baru. Sebenarnya aku cukup sangat pintar disekolah. Entah untuk apa umma dan appaku memberiku seorang guru les? Namun tidak ada salahnya untuk semakin menambah pengetahuan, apalagi aku akan menjadi penerus perusahaan appaku nantinya, jadi bisa dibilang ini adalah bekalku.

Seorang namja memasuki kamarku.

Hah?!? Aku terperangah dengan yang kulihat. Seorang namja tinggi tegap dengan pakaian yang rapi serta kulit yang putih membuatku ingat seorang namja yang berada di toko kimchi, dan seorang namja yang menggendongku walaupun hanya kulihat dengan samar-samar. Ja… jadi dia adalah guru les serta penjagaku(?)

“Selamat pagi, Nona Kwon,” ucapnya sambil membungkuk didepanku.

Aku hanya membalasnya dengan sedikit membungkukkan badanku karena aku sedang dalam posisi duduk ditempat tidur.

“Bagaimana kondisi anda nona Kwon?” tanyanya sambil mendekat kearahku.

“Hem, gwenchana,” ucapku dengan menghindari kontak langsung dengan matanya. Masih tergambar jelas wajahnya ketika berada di toko kimchi.

Flashback

“Memang aku tidak ada urusan denganmu. Kau masih bisa mengganti laptop yang baru tapi tidak ada yang bisa menggantikan seorang yeoja secantik dirimu,” ucapan namja tadi seakan menyihirku. Mata kami saling bertatapan. Wajahku pasti sangat merah saat ini. Baru kali ini aku diperlakukan seperti ini oleh seorang namja. Aku menjauhkan diriku darinya dan tidak menatapnya lagi. Aku sangat malu saat ini.

End Flashback

Kalimat itulah yang terngiang dibenakku saat ini. Entah mengapa setiap mengingat hal itu mukaku jadi panas dan memerah.

“Gwenchanayo?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

“Ne, gwenchana,” ujarku masih tidak ingin menatapnya.

“Jadi, apa kau mau memulai pelajaran hari ini Miss Kwon?” tanyanya sekali lagi. Aku mulai mencoba untuk menatap wajahnya.

“Ne, terserah kau saja,” ucapku akhirnya menatap wajahnya.

Dia tersenyum. Omo! Senyumnya. Kurasakan mukaku memanas seperti yang kurasakan pada saat di toko kimchi. Dengan segera aku mengalihkan pandanganku.

“Baiklah, aku ingin kau menyelesaikan soal nomor 3-7 ini,” perintahnya kepadaku sambil menunjukkan buku soal kimia yang daritadi dibawanya dengan tangan kirinya.

Kulihat soal tersebut. Hem! Apa dia tidak salah? Ini kan soal yang sangat mudah. Aku mulai mengerjakannya. Kuintip sedikit guru lesku itu dari sela-sela rambutku yang terurai. Dia bermain handphone! Dasar menyebalkan.

Ddrrttt! Ddrrttt!

Handphoneku bergetar diatas meja. Membuatku mengalihkan pandanganku dari soal yang ada didepanku menuju handphoneku.

“Permisi, tuan namja, bolehkah aku mengecheck hp ku sebentar?” tanyaku kepada guru lesku yang tidak kuketahui namanya.

“Eh? Astaga aku lupa aku belum meperkenalkan diriku. Namaku adalah Cho K-

“Binggeul baenggeul binggeul baenggeul,” suara hpnya membuatnya terhenti untuk mengucapkan nama akhirnya.

“Permisi sebentar Nona Kwon, saya harus menerima telepon,” dia bergegas meninggalkan kamarku.

Akupun segera mengambil hp ku bibi Lung. Kulihat Kyu me-mention-ku.

@BlackPeral rumahku ada di apartemen 15 blok 7 perumahan Qwangtaw (Cuma fiksi belaka)

Yes! Dia mau memberiku alamat rumahnya. Apa dia tidak marah ya?

@KyuEvil apa kau tidak marah karena aku bertanya hal tidak sopan?

Aku meletakkan handphone ku kembali bersamaan dengan guru lesku Tuan Cho yang memasuki kamarku.

“Apa kau sudah selesai menelepon tuan Cho?” tanyaku tiba-tiba.

“Mwo? Ehm, ne, sudah. Bagaimana dengan soalmu? Apa kau sudah menyelesaikannya?”

“Ne, sudah,” jawabku santai.

“Baiklah, mari kita kerjakan soal yang lain,” jelasnya kepadaku.

“Kau bisa kerjakan soal yang ini Nona Kwon,” tambahnya.

“Heh?!? Mudah sekali?” ujarku dengan tatapan merendahkan. Sebenarnya aku sudah muak dengan soal yang seperti ini. Mulai dari tadi dia selalu memberiku tugas yang sangat sangat gampang. Apa dia benar-benar seorang guru?

“Mwo? Terlalu mudah ya? Bagaimana kalau yang ini?” tawarnya lagi kepadaku.

Aku melihat soal yang diberikan kepadaku. Haduh! Kenapa orang ini memberiku soal yang terlalu mudah. Sama sekali tidak asik dan tidak seru.

“Mianhae, bila aku mengatakan ini Tuan Cho, tapi kurasa aku bisa menyelesaikan semua soal yang ada di seluruh bukumu ini dengan kurang waktu dari satu jam. Apa kau tidak mempunyai soal yang begitu sulit dan susah. Apa kau benar-benar seorang guru?” aku tidak tau mengapa, tiba-tiba kalimat itu terlontar begitu saja dengan sangata lancar.

“Mwo? Apa kau bilang? Kau boleh menghina soal-soalku yang terlalu mudah tapi asal kau tahu aku tidak suka bila ada seseorang yang menghinaku sebagai seorang guru,” ungkapnya dengan nada marah.

Apa aku terlalu keterlaluan ya? Membuatnya marah seperti ini. Habis aku sudah lelah menatap ribuan soal yang sangat mudah untuk dikerjakan.

“Jadi, apa yang mau kau lakukan sekarang Nona Kwon? Apa kau mau mengerjakan soal yang lain. Yang lebih sulit?” tawarnya kepadaku.

“Ne, aku mau kau memberiku soal yang sangat amat sulit,” tantagku kepadanya.

“Baiklah, aku akan membuatkanmu satu soal yang sangat sulit sesuai permintaanmu,” dia mulai mengambil bolpoin dari dalam tasnya dan mulai menuliskan soal pada bagian belakang buku soal kimia tadi.

Sambil menunggunya aku membuka handphoneku kembali. Mengecheck balasan dari @KyuEvil.

Ternyata dia belum membalasku. Apa dia sedang sibuk bekerja ya?

END YURI POV

KYUHYUN POV

Yeoja sepintar ini kenapa harus membutuhkan seorang guru. Kalau beginikan harga diriku jadi terinjak-injak. Aku harus membuatkan sebuah soal yang sangat sulit untuknya. Jadi dia tidak bisa mengata-ngataiku lagi.

“Ini dia soalnya, sekarang cepat kerjakan. Aku yakin kau tidak bisa mengerjakannya karena ini adalah soal yang sangat amat sulit yang pernah kubuat,” ujarku bangga sambil memberikan soal buatan ku kepadanya.

Dia menerima soalku dan mulai mengerjakan.

Sambil menunggunya mengerjakan aku menge-check twitterku lagi. Eh! Blackpearl membalas twitterku. Sebaiknya segera kubalas.

@BlackPearl mengapa aku harus marah untuk yeoja secantik dirimu. :) kau tinggal dimana?

Fufufu! Seperti apa ya blackpearl ini? Aku jadi penasaran? Mungkin aku harus ertemu dengannya.

TBC

Mianhae kalau gajenya gak ketulungan. Baru pertama kali aku buat ff yang berhubungan dengan twitter. Oiya, sekali lagi mianhae kalau postnya terlambat…. *deepbow* (__)

kalau udah tolong RCL nya ya readers :)

gomawo :)

 

 

Who Will I’ll Choose? Part 4

Title : Who Will I’ll Choose ? (part 1)

Author : Raras a.k.a Park In Mi

Rating : PG-15

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Family (??)

Disclaimer : Semua plot punya saya dan cast punya Tuhan kecuali Minho, Kibum, Yesung, Donghae, Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, Leeteuk.  :D

Main Cast :

-          Kwon Yuri (SNSD)

-          Kibum (Super Junior)

-          Minho (SHINee)

-          Donghae (Super Junior)

-          Yesung (Super Junior)

-          Eunhyuk (Super Junior)

Other Cast :

-          Yoona (SNSD)

-          Seohyun (SNSD)

-          Jessica (SNSD)

-          Hyoyeon (SNSD)

-          Krystal (fx)

-          Choi Siwon (Super Junior)

-          Choi Sooyoung (SNSD)

-          Park Hyun Mi (Author/Readers)

Annyeong, mianhae lama… bener-bener lama dech pokoknya. Setelah mengalami gonjang-ganjing yang berat, part 4 nya selesai juga. Gomawo untuk readers yang udah mau meningglakan jejak. Jeongmal gomawo :D Untuk yang belum meninggalkan jejak segera tinggalkan jejak yah. Soalnya ada kemungkinan aku bakal kasih password semua fanfictku. :D Udah ah…

Previous Episode :

“Akhirnya, sampai dirumah,”

Hari ini adalah hari kepulanganku dari rumah sakit, dengan ditemani 5 sahabatku dan 5 oppadeul serta onnie dan appaku aku pulang kerumah. Senang sekali rasanya bisa duduk disofaku lagi dan tidur dikasurku. Asal kau tahu tempat tidur dirumah sakit seperti batu, tidak empuk seperti disini, dan tidak senyaman disini.

Aku langsung merebahkan diriku di sofa ruang tamu.

“Yul, ada yang harus kuberitahu,” Sooyoung onnie berbicara kepadaku. Dari nada suaranya seperti ada yang aneh.

“Ini tentang appa dan umma,” Siwon oppa juga berbicara dengan nada yang serius dan tentu saja tegas.

Tunggu? Tentang Appa dan Umma? Apa yang terjadi dengan Appa dan Umma? Aku membuka telingaku lebar. Semua temanku juga berkumpul dan sibuk mendengarkan kata yang keluar berikutnya dari mulut oppaku.

“Mereka…..,”

End Previous Episode

YURI POV

“Mereka,” Siwon oppa seakan sengaja mengulur waktu.

“Mereka ada di Paris Yul,” ucap Sooyoung onnie tiba-tiba.

“Ya!! Choi Sooyoung, apa kau tidak tau aku sedang mencoba mendramatisir adegan kita ini, supaya adegan kita ini diperbanyak sama authornya,”

“Habis aku kasihan pada Yul oppa, lihat saja dia sudah hampir menangis,” Sooyoung onnie membelaku.

“Tunggu, tunggu, jadi maksud kalian umma dan appa ada di Paris? Tapi untuk apa? Dan dapat uang darimana mereka bisa pergi keParis?” Tanyaku bertubi-tubi pada oppa dan onnie ku.

“Itulah Yul, kami juga kurang pasti. Mereka hanya bilang mereka akan disana dalam waktu yang lama tapi mereka akan baik-baik saja,” ucap oppaku.

“Tapi aku rindu pada appa dan umma,”

“Yul, kan masih ada kita,” kata Yoona.

“Iya, Yul,” ucap semua sahabatku.

Saat ini mereka adalah kekuatan terbesarku.

******

@night

Aku merenung sendiri dikamarku. Walaupun aku tidak sendiri disini tapi tidak ada yang bisa mengalahkan rasa kerinduanku kepada ayah dan umma.

“Nareur deo saranghage mandeulji mothan. Nae jalmosijyo,” hp ku mengalunkan lagu SNSD-Mistake.

Lagu yang sangat dalam untukku, untuk itulah aku sangat menyukai lagu ini.

From : Kibum oppa

Hai, jangan merindukanku dong !

“Heh!?! Lucu sekali oppa ini,” segera kubalas sms-nya.

To : Kibum oppa

Aku tidak sedang merindukanmu.

From : Kibum oppa

Mianhae Yul ! Memang aku sangat tampan hingga tidak bisa membuatmu tidur nyenyak. Aku tau kau sedang merindukanku.

To : Kibum oppa

Mulai deh percaya dirinya. Aku tidur dulu ya oppa. Good night ^^

From : Kibum oppa

Tolong jangan mimpikan aku ya. Karena aku sudah capek berkeliling di hampir semua mimpi para yeoja. Hehehehehe, Good Night My Sweet Princess ^^

To : Kibum oppa

Good Night too My Handsome Princes ^^

 

Kuletakkan handphoneku, lalu kurebahkan dirikku dikasur dan mulai untuk memejamkan mataku. Good night appa, umma.

END YURI POV

****

KIBUM POV

Mwo? Yuri bilang aku adalah Handsome Princes untuknya? Ahhhh!!! Yes! Memang hanya akulah yang bisa memenangkan hati Yuri. Mulai besok akan ku nyatakan perasaanku untuknya. Pasti dia menerimaku.

****

@SME IHS

Aku sangat tegang hari ini. Baru hari ini kurasakan ketegangan menjalar ketubuhku hanya karena meyatakan cinta kepada seorang yeoja. Padahal biasanya aku tidak setegang ini.

‘Tenangkan dirimu Kim Kibum, Yuri pasti akan menerimamu’ batinku.

“Kring…. Kring…,” bel tanda masuk pelajaran membuyarkan lamunanku tentang Yuri. Mungkin dengan menerima pelajaran dari Kang-in songsaenim akan menjernihkan pikiranku kembali.

Saat pelajaran dimulai bukan ketenangan yang kurasakan.

Semua bayangan Yuri akan menolakku berkecamuk dipikiranku lagi seakan tak ingin pergi dariku. Lalu aku pun berdiri dari tempat dudukku membuat semua mata yang ada dikelas mengarah

kearahku termasuk mata Kangin songsaenim. Tanpa berbicara aku melangkahkan kaki pergi meninggalkan kelasku.

Namun sebuah suara menghentikan langkahku menuju pintu keluar kelas.

“Ya!! mau kemana kau?” ungkap Kang-in songsaenim melarangku.

“Ke uks. Aku lelah ingin tidur,”

“Apa kau bilang? Siapa yang mengijinkanmu?”

“Appaku,”

Satu kata yang terlontar dari dalam mulutku dengan tegas dan percaya diri membuat Kang-in songsaenim mati kutu. Senyum kemenangan keluar dari mulutku. Kutinggalkan ruang

kelas itu dan aku berjalan menuju uks. Tempat dimana aku bisa menenangkan pikiranku (ingat gak di oneshoot i can’t

choose, Kibum ketemu Yuri di uks karena Kibum senang banget kesana).

Astaga di uks justru aku malah menemui seorang yeoja yang tak ingin kutemui hari ini. Yuri ada disana.

Dia terlihat sedang mengambil obat dikotak p3k. Dia tidak menyadari kehadiranku karena dia sedang membelakangiku. Sebaiknya aku pergi sebelum dia mengetahui

keberadaanku.

“Oppa?”

Sepertinya aku terlambat. Panggilan Yuri tadi, membuat jantungku kembali berdetak lebih cepat. Aku

membalikkan badanku menghadap kearahnya tapi aku tidak berani melihat wajahnya.

“Hi Yuri,” ucapku asal.

“Kenapa kau bisa ada disini? Apa kau sakit?” ucapnya perhatian kepadaku. Itulah kharisma yang tak bisa

kutolak dari seorang Kwon Yuri.

“Ani, aku sedang, sedang, hem,” sekali lagi aku tidak bisa berbicara secara lancar didepannya. Kenapa aku ini?

Seakan aku terkena sihir oleh kecantikan dan kebaikannya.

“Oppa benar-benar aneh, sebaiknya oppa istirahat disini saja,”

“Ahh, ne, gomawo,”

“Nanti setelah aku merawat kaki Eunhyuk oppa aku akan menjengukmu,”

“Eunhyuk? memangnya kenapa dia?”

“Ahh, dia tadi jatuh saat bermain sepakbola, oppa sudah dulu ya, Eunppa pasti sudah menungguku, kau

istirahat sajalah,”

“Ne,”

Yuri pun pergi meninggalkan sambil membawa kotak p3k. Aku curiga jangan-jangan Eunhyuk hyung pura-pura jatuh supaya dia bisa dimanjakan oleh Yuri. Benar apa yang kukatakan,

cepat atau lambat mereka pasti akan bertindak. Baiklah hari ini juga aku akan menyatakan cintaku kepadanya. Aku

sudah tidak peduli lagi dengan rasa tegang ku. Yang jelas seorang Kim Ki Bum tidak bisa dikalahkan.

END KIBUM POV

****

EUNHYUK POV

‘hahahahahaa sepertinya rencanaku berhasil. Mian ya Yul, aku benar-benar tidak ingin membuatmu susah

tapi ini satu-satunya cara supaya kau bisa memperhatikanku. Aku memang sengaja pura-pura jatuh saat bermain bola tadi. Tapi

tenang saja kakiku tidak terasa sakit sedikitpun ini hanya alasan supaya Yuri mau mendekatiku atau setidaknya

memperhatikanku’.

Yuri datang dengan membawa kotak p3k ditangannya.

“Mianhae oppa aku lama mengambil obatnya, kau pasti menahan rasa sakitmu,” astaga kenapa dia

begitu polos hingga tidak mengetahui bahwa ini hanyalah kebohongan yang kubuat untuknya.

Dia mulai mengobati kakiku yang tidak sakit. Andai saja kehidupanku dan Yuri seperti ini terus tanpa diganggu

oleh para pesaingku.  Tak kusadari Hyoyeon kini sudah berada di samping Yuri.

“Kakimu kenapa oppa?” suara Hyo membuatku menengok kearahnya.

“Ah, kebetulan kau datang Hyo, bisakah kau gantikan aku mengobati luka Eunppa, aku ingin mengambil

handphoneku dulu dikelas,”

astaga mengapa Yuri mengucapkan hal itu. Aku kan pura-pura jatuh supaya kau bisa memperhatikanku
bukan Hyoyeon ini.

“Ne, aku akan merawat luka Eunppa sampai benar-benar sembuh,” ucap Hyo dengan sangat mantap

yang membuatku harus menarik nafas panjang.

Yuri kemudian berdiri dan Hyo menggantikan posisinya.

“Gomawo, Hyo, aku pergi dulu,”

“Ne, yang lama ya,”

Setelah Yuri pergi, Hyo menatapku dengan senyum yang manis.

“Oppa aku akan merawat lukamu,”

“Ani, aku tidak perlu, kakiku sudah sembuh kok,” aku menarik kakiku yang akan diobati oleh Hyo tapi Hyo

menahannya.

“Ya! Aku janji aku akan merawat kakimu jauh lebih baik dari Kwon Yuri,” dia masih memegangi kakiku lebih erat.

“OMG! Kenapa Yuri mempunyai teman yang seperti ini?”

“Ya! Maksud oppa apa? Aku kan cantik, manis, jago nge-dance, aku jauh lebih baik dari Yuri,”

“Hahahaha, kau memang cantik tapi kalau dilihat pakai sedotan dari bulan, wkwkwkwkwk, dan satu lagi,

kau tidak lebih baik dari Yuri, hatimu dan hatinya berbeda Hyo. Itulah mengapa aku lebih menyukai Yuri,”

“Ya! Sudah puaskah kau mengataiku? Asal kau tahu kau juga tidak tampan! Dancemu ituloh benar-benar

buruk, iihhh! Aku tidak akan membuat Yuri jatuh cinta padamu. Yuri pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari mu, kekekeke,”

“Awas kau Hyo,” kemudian aku berdiri dan mengejar Hyo, Hyo lari sangat cepat mencoba menghindariku. Tapi aku namja, sangat

mudah bagiku untuk menyusulnya.
Jarakku sudah semakin dekat dengannya. Tanpa pikir panjang kutarik tangannya.

“I catch you,” ucapku dengan senyum kemenangan.

Hyo menarik nafas panjang karena kelelahan. Entah apa yang ada dipikiranku tiba-tiba aku menarik Hyo

mendekat ketubuhku. Saat ini wajah kami sangat dekat. Jantungku juga sedikit berdetak lebih kencang.

END EUNHYUK POV
****

YURI POV

Aku mengambil ponselku dikelas. Lalu aku kembali menuju lapangan tempat Eunppa berada. Saat akan menuju

lapangan aku melihat Choi Minho dan Krystal sedang berbincang-bincang. Aku hanya tersenyum. Tentu saja mereka tidak menyadariku. Lalu aku kembali berjalan menyusuri

lorong menuju lapangan.

Setelah itu aku bertemu dengan Jessica dan Donghae yang sedang larutan dengan candaan mereka. Mereka

saling tertawa. Terlihat sangat jelas wajah kebahagiaan diraut wajah mereka. Aku bahagia melihat temanku bahagia. Aku kembali

berjalan menuju lapangan,tapi sebelum aku sampai di lapangan aku melihat Yesung oppa dan yeoja yang

tidak pernah kukenal sedang bercakap-cakap pula.

Sekali lagi aku hanya bisa tersenyum. Lalu aku bertemu dengan Seohyun yang sedang berpacaran dengan Kyuhyun. Mereka pasti sangat bahagia. Kemudian kulihat Yoong sedang bersama dengan Taecyeon, namja yang menyukai Yoona namun Yoona selalu menolaknya. Akhirnya aku sampai dilapangan dan melihat Hyo dan Eunhyuk sedang berpelukan.

Entah mengapa, hatiku sedikit sakit melihat teman-temanku mempunyai seorang namja yang perhatian kepadanya (Yuri polos banget >.<)

“Aku juga ingin punya namjachingu,” ucapku lirih.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku, membuatku mengalihkan pandanganku kepada Eunhyuk dan Hyoyeon.

“Kibum oppa?”

“Ne, Yuri,” wajah Kibum oppa benar-benar sangat merah saat ini. Mungkin dia benar-benar sakit.

“Oppa, wajahmu benar-benar merah, kau benar-benar sakit rupanya,”

“Mwo? Wajahku merah?”

“Ne, ayo kuantar ke uks oppa,”

“Ani, Yuri, aku tidak sakit, aku hanya ingin berbicara dengan mu sebentar,” dia menarik tanganku, menyuruhku untuk mengikutinya.

Aku hanya bisa menuruti perkataannya.

END YURI POV

****

YESUNG POV

Seharian ini aku belum bertemu dengan Yuri. Aku benar-benar merindukannya. Sejak kepulangan Yuri dari rumah sakit aku jadi jarang berbicara dengannya, jangankan berbicara bertemu saja jarang.

Aku berjalan mengelilingi sekolah ini dan mencari Yuri. Semoga aku bisa mengobati rasa kerinduanku. Aku terlalu asyik bermain dengan pikiranku tentang Yuri.

BRUKK!!

Seorang yeoja tiba-tiba terjatuh didepanku.

“Ya, kalau jalan gunakan mata yang kau punya,” bentakku kepadanya.

“MWO? SUDAH JELAS-JELAS KAU YANG MENABRAKKU DAN TIDAK MEMPERHATIKAN JALAN,” bentaknya yeoja ini sambil berdiri dan merapikan seragamnya. Sepertinya dia anak baru di sekolah ini karena aku tidak pernah melihatnya. Aku memperhatikannya dari atas sampai bawah.

“Mengapa kau memandangiku seperti itu?” marahnya merasa risih dengan tatapanku.

‘Cih, mana ada yeoja tidak sopan begini kepada seniornya’ pikirku sambil menatap dalam matanya.

Kurasa aku tidak ada urusan dengan yeoja ini. Kulangkahkan kakiku untuk pergi mencari Yuri lagi.

“Jamkkaman, hey namja,” kudengar langkah kakinya memburu langkah kakiku. Lalu dia menarik pundakku dan memutar badanku menghadapnya.

“YA! Aku sedang sangat sibuk sekarang,” teriakku di depannya. Dia telah mengganggu acaraku untuk mencari Yuri.

“Hem, aku hanya ingin minta tolong, maukah kau mengantarku keruangan kepala sekolah. Sudah dari 1 jam yang lalu aku mencarinya,” katanya malu-malu.

“Ani, aku ada urusan yang sangat penting sekarang. Aku tidak bisa mengantarmu ke ruang kepala sekolah,” tolakku halus.

“Kumohon, aku sudah sangat lelah saat ini,” ucapnya dengan menampakkan puppy-eyesnya.

“Aish! Ne, kuantar kau, ayo cepat,” kataku sambil berjalan lebih dulu meninggalkannya.

Dia mengejarku.

“Gomawo, Park Hyun Mi, imnida,” (maaf readers, author pingin ngeksis ^^V)

“Yesung, imnida,”

Kami berjalan melewati lorong sekolah dengan keheningan. Saat melewati taman sekolah yang sepi aku melihat Yuri dan Kibum sedang berbicara berdua.

“Sedang apa mereka?” Tanya ku lirih pada diriku sendiri.

Tiba-tiba Kibum berlutut di depan Yuri dan memegang tangannya. Hatiku mulai terasa tidak tenang. Jangan-jangan Kibum?

Aku berlari meninggalkan Hyun Mi yang bingun dengan sikapku.

“Ya! Yesung! Mau kemana kau?” tanyanya setengah berteriak kepadaku.

“Mianhae, aku ada urusan penting, kau tinggal lurus lalu belok kiri,” jawabku menunjukkan jalan menuju ruang kepala sekolah kepadanya.

Aku berlari menuju lapangan –tempat Eunhyuk berada-. Terlihat Eunhyuk yang sedang beristirahat sambil meminum sebotol air putih dingin. Aku segera berlari kearahnya. Sepertinya dia terkejut dengan kehadiranku hingga dia tersedak air yang sedang dia minum.

“YA! Apakah hyung tidak bisa muncul secara tidak tiba-tiba,” ucapnya sambil menghapus air yang keluar dari mulutnya.

“Mianhae, hosh… hosh….” Aku masih belum bisa mengatur nafas yang keluar dari mulutku,

“Kenapa kau begitu terburu-buru?”

“Ada hal yang sangat penting yang ingin kusampaikan,” jelasku kepada Eunhyuk dengan nafas yang sudah mulai normal.

“Mwo?”

“Ditaman aku melihat Kibum dan Yuri, kukira pada awalnya mereka hanya bercakap-cakap biasa, lalu tiba-tiba Kibum berlutut didepan Yuri dan memegang tangannya. Aku takut dia mendahului kita,” terangku panjang lebar kepada Eunhyuk.

“MWO?” Teriaknya dengan suara ultrasonik.

“Kurang ajar Kibum sialan itu,” tambahnya dengan raut wajah menyeramkan.

“Ayo kita segera kesana,” ajakku.

“Jamkkaman, hyung kau tidak mengajak Minho?” tanyanya.

Aku berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Hyukkie.

“Hem, sudah lupakan saja bocah ingusan itu. Semakin sedikit lawan kita semakin bagus kan,” jawabku.

“Mwo? Siapa yang hyung maksud sebagai bocah ingusan?” ucap suara yang ada dibelakangku. Aku terpaksa membalikkan badan dan melihat orang tersebut.

“Hehehehe,” hanya kata itu yang keluar dari mulutku begitu aku mengetahui siapa orang namja yang berbicara itu.

“Sudahlah, hyung, Minho ayo kita segera pergi ketaman, kau pasti sudah mendengar yang dikatakan Yesung hyung kan?”

“Ne, ayo kita segera kesana,” ajak Minho.

“Jamkkaman, Donghae tidak diajak,” tahan Eunhyuk begitu kami akan segera pergi.

“Ah, sudahlah, nanti kita beritahu dia saja, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi,” jelasku.

Kami pun pergi menuju taman, semoga belum terlambat. Aku tidak tahu mengapa Eunhyuk begitu mengkhawatirkan musuhnya.

END YESUNG POV

MINHO POV

Hatiku teriris begitu kami sudah tiba ditaman. Yuri memeluk Kibum oppa dan dia sangat bahagia. Tubuhku mematung melihatnya. Aku yakin hyung-hyung disebelahku ini juga begitu. Airmataku tiba-tiba ingin keluar, tapi itu tidak mungkin. Aku seorang namja, akan sangat memalukna bila aku ketahuan menangis. Kemudian aku melihat Donghae hyung di balik semak-semak, sepertinya dia bersembunyi.

“Hyung, bukankah itu Donghae hyung?” tanyaku kepada kedua hyungku.

Aku menatap kedua hyungku. Dan aku sangat terkejut bahwa airmata sudah menggenangi kedua pipi mereka. Aku mencoba ingin menahan tawa melihat kejadian ini. Tapi jelas aku tidak bisa tertawa saat ini karena hatiku sedang sakit dan sesak melihat Yuri sudah resmi berpacaran dengan Kibum.

END MINHO POV

TBC

Mian sekali lagi kalau pendek…

Udah telat, pendek, dasar author ini *deepbow*

Butuh comment para readers biar lebih cepet terbitnya…

Gomawo :D :D :D :D

[ONESHOOT] GOMAWO MY ONNIE ^^

Title : [Oneshoot Spesial Taeyeon Birthday] Gomawo My Onnie ^^

Author : Raras a.k.a Park Hyun Mi

Rating : PG-15

Length : Oneshoot Spesial

Genre : Romance, Friendship

Disclaimer : Semua plot benar-benar punya saya dan semua cast punya Tuhan, kecuali Park Hyun Mi punya saya.

Main Cast :

-          Kwon Yuri (SNSD)

-          Kim Taeyeon (SNSD)

-          Kim Hyoyeon (SNSD/ Yuri and Taeyeon’s Umma)

-          Leeteuk (Super Junior)

Support Cast :

-          Donghae (Super Junior)

Annyeong…… ff ini untuk onnieku Taenggo yang berulang tahun hari jum’at lalu…… Harapan saya adalah,, semoga onnieku ini semakin menjadi orang yang lebih baik… Dan karya-karyanya semakin bagus. Dan yang paling penting semoga cepat tinggi. Mian banget terlambat post. :D jangan lupa RCL.

YURI POV

Aku ingin tidak dilahirkan satu ibu dengan mu. Mungkin dengan begitu aku tidak akan sesakit ini melihatmu bersedih. Melihatmu selalu mengalah untukku membuatku muak. Maafkan aku yang begitu bodoh selalu menyakitimu. Maafkan aku yang selalu tidak tahu bahwa aku telah menyakitimu. Berulang kali. Ini kisahku, yang bermula dari keegoisan.

2 Tahun yang lalu

“Aku ingin yang ini,”  rengekku kepada Umma saat kami membuka hadiah ulang tahun onnieku yang ke-18 tahun.

“Tidak bisa, ini bukan milikmu,” Umma menahan tanganku yang akan mengambil hadiah yang berupas jam weker.

“Ani, tidak apa-apa, ambillah,” onnie memberikannya padaku.

Aku mengambilnya dengan senang hati. Senyum lebar menghiasi wajahku saat ini. Kulihat-lihat seluruh sisi dari jam weker tersebut yang bergambar wajah dari personil SHINEE. Aku adalah fans berat dari SHINEE. Kepiawaian mereka dan kelenturan mereka saat menari membuatku mengagumi lagu-lagu mereka.

“Kya!!! Minho!! Key!! Taemin!! Jonghyun!! Dan si ‘ayam goreng’…. Gomawo onnie telah memberikanku hadiah terindah di hari ulang tahunmu,” ucapku sambil menampakkan senyumku jauh lebih lebar dari yang tadi.

Tiba-tiba umma menepuk pundakku cukup keras. Membuatku meringis kesakitan.

“YA!! Kenapa umma memukulku,”

“Kau masih bertanya ‘mengapa’? dasar tidak tau diri, membentakku pula,” Umma menjewer telingaku.

“Mianhaeyo umma, aku tadi sedang terbawa emosiku. Lagipula aku benar-benar tidak tau mengapa umma marah padaku,” jelasku kepada umma sambil mengelus-ngelus telingaku yang tadi di jewer oleh umma. Terlihat warna merah mengelilingi telingaku.

“Sudah jelas-jelas itu punya onnie mu mengapa kau memintanya?”

“Onnie sendiri yang memberikannya kepadaku, aku tidak memaksanya,” aku melihat kearah onnieku yang daritadi hanya melihat kami. Dia tersenyum kepadaku.

“Tidak apa-apa umma, memang ini kupersembahkan untuk Yuri,” Kata onnieku sambil berjalan kearahku, lalu memelukku.

“Kau adalah dongsaeng terbaik,” lanjut onnieku dengan masih tetap memelukku.

“Sudahlah Taeng kau tidak perlu menyembunyikan rasa inginmu terhadap jam weker itu. Umma tau kau juga penggemar SHINEE,” Ucap ummaku tiba-tiba, lalu memisahkan pelukan kami dan menarik onnie menjauhiku.

“Memang, aku menyukai SHINEE, tapi aku lebih menyukai dongsaengku umma,”

“Sudahlah, Yuri cepat kembalikan itu kepada onniemu, kau akan mendapat yang lebih baik besok jika kau sudah ulang tahun,” Umma merebut jam weker yang ada ditanganku.

“Umma TIDAK ADIL!! Mengapa umma marah padaku. Onnie kan sudah mengizinkanku untuk memilikinya,” kataku dengan nada marah lalu memanyunkan bibirku.

“Aku tidak peduli, bukankah aku sudah bilang jangan rusak kebahagiaan onnie mu dihari special untuknya,”  Umma masih terus memaksaku untuk tidak merebut jam weker itu.

Aku marah melihat ummaku tidak adil kepadaku. Lalu tiba-tiba aku melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin kulakukan. Aku mengambil jam weker itu dari tangan ummaku lalu membantingnya, hingga jam weker itu hancur berkeping-keping.

PRANG!!

Ummaku yang shock dengan hal yang telah kulakukan hanya bisa memandangi jam weker tersebut. Lalu dengan segera aku masuk kekamar dan membanting pintu kamarku.

“YA!! YURI!!!” Nada kemarahan terlihat jelas di teriakan ummaku tadi. Bukan nada kemarahan tapi nada sangat-sangat marah.

Aku menangis sesenggukan dikamar. Berpikir apa yang sudah kulakukan.

Mungkin aku memang sudah keterlaluan. Namun ini bukan sepenuhnya salahku. Ini juga karena Umma yang tidak bisa bersikap adil kepada anaknya.

Aku menangis semalaman hingga akhirnya aku tertidur.

END YURI POV

*****

TAEYEON POV

Tes . Tes . Tes .

Air mataku jatuh saat mengetahui Yuri membanting jam weker itu. Jujur aku juga menginginkannya.

Kini air mataku semakin deras jatuhnya. Suara tangisku juga sudah mulai terdengar. Umma yang melihatku seperti itu mengampiriku dan menegelus-negelus punggungku lalu memelukku.

“Kan sudah kubilang, kau tidak perlu mengalah untuk dongsaeng mu lagi. Dia sudah besar sudah saatnya dia mandiri. Kau juga butuh bahagia,”

Tangisku semakin besar saat Umma mengucapkan hal itu. Aku bingung Umma, aku terjebak pada pilihanku sendiri. Sebenarnya aku sangat menyayangi Yuri sebagai dongsaengku. Aku juga ingin melihatnya bahagia. Aku benar-benar tidak ingin melihatnya terluka Umma. Namun aku juga ingin melihatnya mandiri. Apa yang harus kulakukan Umma?

END TAEYEON POV

*****

@Morning

YURI POV

Mataku terasa sangat berat untuk dibuka, mungkin aku terlalu banyak menangis semalam. Aku mengunci diri dikamar. Aku tidak ingin melihat wajah onnieku. Aku bangun dari tempat tidurku. Semua badanku sakit, terutama hatiku. Aku telah menyakiti onnieku. Maafkan aku onnie!

Aku berjalan menuju lemariku. Lalu kemudian, samar-samar kudengar suara seorang namja dan suara onnieku di ruang tengah. Kutempelkan telingaku dipintu kamar ingin mendengar pembicaraan yang mereka katakan lebih jelas.

“Gomawo oppa, atas boneka beruangnya, sangat besar sekali,”

“Jangan panggil aku oppa, mulai sekarang kau harus memanggilku jagi,”

“Hem, aku tidak tau apa aku bisa melakukan hal itu Leeteuk oppa,”

Mataku terbelalak saat mengetahui onnieku menyebut nama Leeteuk oppa. Dia adalh namja yang selama ini aku idam-idamkan. Padahal onnie ku tahu sendiri bila aku menyukai namja itu. Mengapa dia menusukku dari belakang? Kuputuskan untuk keluar dari kamar.

(kira-kira ekspresinya kayak gini >.<)

“Onnie,”

“Yu.. Yuri,”

Aku menatap dalam mata onnieku, lalu kulirik Leeteuk oppa.

“Hai dongsaengku,” candanya.

Aku hanya diam, hatiku sakit mengetahui onnieku menusukku dari belakang.

“Menagapa onnie, melakukan ini,” tanpa sadar kata-kata itu terlontar dari mulutku.

“Maaf Yuri, aku…aku tidak bermaksud,”

“Kau jahat, onnie,”

“Tunggu… maksud kalian apa?” tiba-tiba Leeteuk oppa menyela  percakapan kami.

“Mianhae oppa, sebenarnya aku tidak pernah mencintaimu,” aku terbelalak saat mengetahui onnieku berbicara seperti itu.

“M….Mwo? Ya! Maksudmu apa Kim Taeyeon?” Tanya Leeteuk oppa.

“Ne, yang sebenarnya mencintaimu adalah dongsaengku, dia sangat-sangat mencintaimu,” sangat terlihat onnieku menahan airmatanya untuk turun. Hatiku sakit lagi sepertinya aku telah menyakitinya.

“CUKUP!!!” teriak Ummaku tiba-tiba dari arah dapur.

“Aku sudah mendengar semua percakapan kalian. Ya! Kim Taeyeon, mengapa kau selalu mengalah kepada dongsaengmu. Kali ini kau tidak perlu mengalah lagi,”

“Mengapa Umma selalu membela onnie, tadi onnie bilang dia tidak mencintai Leeteuk oppa, mengapa Umma tidak pernah mengerti perasaanku,” aku tidak bisa menahan amarahku lagi. Aku kecewa dengan Ummaku.

“Yuri, kau yang tidak pernah mengerti perasaan Onnie, asal kau tahu dia sudah mencintai Leeteuk sebelum kau bertemu dengannya,”

Aku terbelalak mendengar kata-kata Umma.

“Dan asal kau tahu, dia sangat menyayangimu Yuri, dia sangat amat menyayangimu hingga dia tidak ingin kau terluka sedikit pun, maka dari itu dia selalu memberikan apa pun yang dimilikinya untukmu. Walaupun dia sendiri terluka, kau yang selalu menyakitinya Yuri, bukannya Umma ingin membela salah satu diantara kalian. Namun Umma sudah lelah mendengar tangisan onniemu,” jelas Ummaku panjang lebar.

Aku hanya bisa melongo mendengarnya, Leeteuk oppa pun terperangah. Namun onnieku sudah mrngeluarkan airmatanya.

“Umma, kumohon sudahlah, aku tidak apa-apa,” kata onnieku ditengah-tengah tangisnya.

“Kau boleh berbicara seperti itu setelah kau bisa berhenti menangisi dongsaengmu, jujurlah Kim Taeyeon kau selalu terluka,”

Kakiku gemetaran mendengar ucapan Ummaku. Jadi onnieku selalu mengalah untukku dan aku selalu memarahinya dan memaksanya. Sejahat apa aku ini? Onnie maafkan aku. Mianhae onnie, jeongmal mianhae.

Lalu aku tidak bisa mengingat apa yang terjadi berikutnya. Semuanya menjadi gelap.

END YURI POV

*****

AUTHOR POV

“Onnie, bolehkah aku meminta kuemu,” jawab Yuri kecil.

“Semuanya untukmu dongsaengku,” Taeyeon kecil memberikan semua kuenya kepada Yuri kecil.

Yuri yang menerima semua pemberian kue dari kakaknya berlari kesenangan menuju ruang tamu meninggalkan kakak dan ummanya di ruang dapur.

“Taeyeon, mengapa kau memberikan semua kuemu,” Tanya Ummanya.

“Aku sudah kenyang Umma,” jawab yeoja cilik itu.

“Bukankah itu kue yang kau beli dengan uang yang kau kumpulkan sendiri,”

“Ne,” airmata tiba-tiba turun dari pipi yeoja cilik itu.

“Oh, kemarilah sayang,” sang Umma kemudian memeluk yeoja cilik itu.

====

“Onnie, aku sangat menyukai dressmu,” pinta Yuri, yeoja yang beranjak dewasa.

“Mwo? Kau mau? Ambillah, aku sudah bosan dengannya,”

“Geurae? Gomawo. Jeongmal gomawo onnie,”

“Ne,”

Yuri, pun pergi menuju kamarnya dan mencoba dress yang baru saja dimilikinya.

Dikamar Taeyeon

Sang umma masuk karena melihat anaknya mengeluarkan airmata lagi.

“Kau kenapa Taeng?”

“Ani, umma, tidak apa-apa,”

“Pasti Yuri lagi,”

“Ani, sudahlah Umma aku tidak apa-apa,”

Semua memori tentang keegoisanku terulang kembali dimemoriku. Mianhae onnie, aku berulang kali telah menyakitimu. Kau tahu, ada satu perkataanmu yang tidak bisa kulupakan “Kau dan aku bagaikan sahabat yang saling berbagi dan member, kau dan aku bagaikan kakak dan adik yang saling menyayangi, dan kau dan aku bagaikan saudara yang tidak akan pernah terpisah selamanya.

Aku tersadar dan aku sudah berada di rumah sakit.

Disampin kiriku ada onnieku, Taeyeon dan ummaku, Hyoyeon. Di kananku ada Leetuk oppa.

“Yuri, akhirnya kau sadar juga, lihatlah Leeteuk oppa sudah khawatir dari tadi,” onnieku mencoba menghibur.

“Sudahlah, jangan membohongi perasaan mu, aku tau kau terluka. Aku sudah tidak menyukai Leeteuk oppa lagi. Dia terlalu tua untukku,” candaku.

“YA! Maksudmu apa?” Tanya Leeteuk oppa.

“Hehehehe, aku hanya bercanda,”

“Onnie, mianhae, selama ini aku terlalu egois hingga tidak memikirkan persaanmu. Aku janji mulai sekarang aku tidak akan meminta apapun semua barang-barangmu,”

“M… Mwo?” Tanya onnieku yang terkejut dengan hal yang kukatakan.

“Tapi aku punya satu permintaan, aku ingin onnie dan oppa menjalin hubungan yang awet dan tidak akan pernah putus untuk selamanya,”

“Kau yakin, Yuri? Umma tidak mau melihatmu menangis seperti onniemu,” kata ummaku.

“Tentu saja, aku tidak sebodoh onnie yang mau memberikan semua barangnya hanya unutk dongsaengnya yang bodoh ini,” candaku.

“AKU SAYANG PADAMU YURI,” onnie memelukku, begitu pula ummaku.

Disaat kami semua sedang berpelukan, datanglah namja sambil membawa bunga untukku.

“Donghae oppa?” aku tersipu sekarang, bisa kurasakan pipiku mulai memerah. Onnie, umma, dan Leeteuk oppa yang melihatku hanya tertawa.

“Aku dengar kau sakit Yuri, kubawakan bunga untukmu,”

“Gomawo,” aku yakin mukaku sudah seperti udang rebus sekarang.

Saengil chukkae hamnida onnieku Taeyeon. Semua pengorbanan dan pemberianmu untukku tidak akan pernah kulupakan. Kasih sayang dan pengorbananmu membukakan mataku yang sebelumnya buta. Gomawo onnieku, Taeyeon.

THE END      

Love is Destiny (part 1)

Title : LOVE is DESTINY (part 1)
Author : Raras a.k.a Park Hyun Mi dan Ayu a.k.a Lee Eun Na
Main Cast :
* Kwon Yuri
* Cho Kyuhyun
Other Cast :

* Tiffany Hwang
* Choi Siwon (cuma muncul nama)
PG : 15+
Length : Sequel
Disclamer : all of plot is mine. The caracters is belong to God. DON’T BE A PLAGIATOR

Note : Fanfict ini karya teman ku Ayu a.k.a Lee Eun Na… Aku sebagai pengedit :D

Sebelumnya gomawo buat Eun Na yang udah ngijinin ngerombak fanfict ini jadi beda banget sama versi aslinya.

@ Seoul Park

Suasana sepi sedang menyelimuti Seoul Park. Maklum hari ini adalah hari Jum’at siang dimana semua orang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Namun ditaman tersebut masih ada 2 orang yeoja yang bercakap-cakap.

“Jamkkanman, jangan tinggalkan aku sendiri disini Tiff, jebal,” ucap seorang yeoja kepada teman yeoja lainnya.

“I can’t Yuri, Siwon sudah menungguku di café. Aku takut dia menunggu terlalu lama,” jawab yeoja itu.

“Jebal, Tiff, apa kau tidak kasihan padaku, aku sendiri disini sementara kau asyik-asyikkan dengan namja itu, siapa tadi namanya?” ucap yeoja yang lain.

“S-I-W-O-N, dasar babbo, mana ada yeoja yang tidak tau namja setampan dia,” ucap yeoja yang bernama Tiff itu.

“Ahhh, aku jadi ingin punya namjachingu,” ucap yeoja yang bernama Yuri.

“Oh iya kalau kau kesepian aku punya teman seorang namja, dia tampan, pintar, tinggi, manis, cute, yang jelas dia masih single, dan kudengar dia juga mencari seorang yeojachingu apa kau mau kukenalkan padanya?”

“Wah, geurae? Setampan apa dia?”

“Sangat tampan,”

“Ne, apakah itu benar tiff?”

“YA! Kenapa kau tidak percaya kepadaku. Sudah kubilang dia sangat tampan,” ucap Tiff sedikit berteriak kepada Yuri.

“Aku kan hanya ingin memastikan,”

“Kalau begitu aku pergi dulu ya, nanti aku beritahu kau alamat twitternya. Don’t forget to mention him,”

YURI POV

‘Aish menyebalkan sekali Tiffany Hwang itu. Mengapa dia lebih memilih bermesraan dengan namjachingunya sedangkan aku ditinggalkan sendiri olehnya.’

“gajir su eoptneungeor almyeonseo,”

Tiff mengirimiku pesan.

From : Tiffany EyeSmile
03/03/2012
13:00 KST
Ini twitter namja yang kuceritakan padamu tadi.
@KyuEvil (nama twitter ini hanyalah fiksi belaka >..<

Setelah membaca message terakhir dari Tiffany, aku mulai membuka laptop dan menyalakan modemku. Setelah menconnectkannya aku langsung mengetikkan twitter.com, tidak perlu waktu lama untuk membukanya.
Kumasukkan ID dan passwordku. Hal pertama yang harus dilakukan ditwitter atau biasa disebut dengan login.
Twitterku pun terbuka. Sengaja tidak kupasang fotoku sendiri di twitter ini. Aku tidak ingin menampakkan wajahku kepada semua orang yang belum kukenal apalagi penipuan sedang marak-maraknya.

Aku mensearch twitter namja tadi. Aku sudah penasaran dengan wajahnya. Kuketikkan ‘@KyuEvil’ dan muncullah satu profil seorang namja.

“YA! Kenapa tiba-tiba laptopku mati. Aishh… kenapa baterainya harus habis disaat-saat seperti ini,”

Dengan sangat terpaksa aku membereskan laptopku. Padahal aku belum sempat melihat wajah namja tadi. Aku melihatnya hanya sekilas saja. ‘Sepertinya dia memang tampan’ ucapku dalam hati dengan senyum menyeringai.

END YURI POV

*****

KYUHYUN POV

“Binggeul baenggeul binggeul baenggeul,” Suara hpku membangunkanku dari tidur panjangku. Jangan tanya kenapa aku masih tidur dihari yang sudah siang ini. Aku baru saja dipecat dari pekerjaanku sebagai seorang sekretaris hanya karena aku merusakkan sebuah mesin fotokopi. Mereka kan masih bisa membeli mesin fotokopi yang baru tapi mereka tidak bisa membeli seseorang yang jauh lebih hebat dariku.

“Yoboseyo,”

“Yoboseyo,” ucap seseorang diseberang hpku.

“Nugu?”

“Benarkah ini tuan Cho Kyuhyun?”

“Ne, nugu?”

“Saya adalah pelayan dari keluarga Kwon. Keluarga Kwon meminta saya untuk menghubungi seorang guru
privat untuk anaknya. Dan saya rasa anda adalah orang yang tepat,”

“Mwo? Keluarga Kwon?”

“Ne, jika anda menerima tawaran ini anda akan mendapat gaji 2x lipat dari gaji anda biasanya. Apakah anda bersedia?,”

“Tentu saja,”

“Baiklah saya harap anda bisa datang nanti malam pukul 19.00,”

“Ne, Kamsahamnida,” ucapku bahagia

Telepon pun diakhiri.

“Yes!!!! Aku akan jadi orang kaya sebentar lagi. Pasti aku akan dibayar mahal untuk ini. Akhirnya aku mendapat pekerjaan juga. Sebaiknya aku segera mandi dan update status,” aku tidak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku. Kutuangkan rasa bahagia ini dengan meloncat-loncat di atas tempat tidurku.

Aku membuka twitterku sebelum aku memasuki kamar mandi.

“Eh, siapa ini yang memfollowku? @Blackpearl,”

“Kenapa tidak ada fotonya? Aish sudahlah aku akan mandi dulu,”

END KYUHYUN POV

*****

YURI POV
Hari sudah sore. Tapi aku masih tidak ingin pulang. Di taman ini jauh lebih menyenangkan daripada dirumah. Pasti aku hanya akan dimarahi dan dipaksa untuk belajar. Maklum aku adalah pewaris tunggal perusahaan appaku. Namun aku masih muda. Aku tidak ingin menjadi pemimpin perusahaan saat ini. Aku ingin bebas seperti yeoja-yeoja lainnya. Merasakan mempunyai seorang namja chingu pasti menyenangkan. Sampai saat ini aku masih belum mempunyai namjachingu. Entah mengapa awalnya aku tidak tertarik. Tapi saat ini aku benar-benar menginginkannya.

Langit yang mendung mulai mengeluarkan airnya.

“Astaga hujan, bagaimana ini?”

Aku berteduh disalah satu toko kimchi yang tidak buka pada hari ini sambil membawa tas laptopku. Yang ku khawatirkan adalah keadaan laptopku. Kulepas jaket mantelku dan kupasangkan pada tas laptopku. Menjaganya dari air hujan yang semakin lama semakin deras. Udara mulai mendingin. Tapi aku tidak bisa pergi dari sini. Karena kalau aku pergi air hujan akan membasahi laptopku dan membuatnya rusak.

Tiba-tiba datanglah seorang namja yang juga berteduh di tempat yang sama denganku. Aku menatap kearahnya dan dia menatap kearahku. Kami berpandangan selama beberapa detik.

“YA! Kenapa kau membiarkan tubuhmu kedinginan dan lebih mementingkan keadaan laptopmu?” tiba-tiba
dia menyakan hal itu padaku.

“Mwo? Apa kau mengenalku?”

“Ani, aku tidak mengenalmu tapi aku tidak bisa membiarkan seorang yeoja sakit hanya karena untuk menjaga laptopnya,”

“Ini urusanku, kau tidak usah ikut campur,” jawabku tidak menghiraukannya.

Dia berjalan kearahku dengan tatapan mengerikan.

“Mau apa kau?”

Lalu dia melepas jaketnya dan memasangkannya untukku.

“Memang aku tidak ada urusan denganmu. Kau masih bisa mengganti laptop yang baru tapi tidak ada yang bisa menggantikan seorang yeoja secantik dirimu,” ucapan namja tadi seakan menyihirku. Mata kami saling bertatapan. Wajahku pasti sangat merah saat ini. Baru kali ini aku diperlakukan seperti ini oleh seorang namja. Aku menjauhkan diriku darinya dan tidak menatapnya lagi. Aku sangat malu saat ini.

“Gomawo,” ucapku sambil tersenyum bahagia dan menatap jalan raya.

*****

Akhirnya hujan berhenti. Namja itu sudah pergi terlebih dahulu saat hujan masih rintik-rintik. Pabbo sekali aku tidak tanya namannya. Aku bergegas memanggil taxi dan segera pulang. Hari sudah mulai malam. Lagipula aku sangat lapar.
Diperjalanan aku hanya diam. Sangat membosankan menunggu sampai dirumah. Jaket namja tadi masih kupakai. Aromanya masih sangat terasa. Wangi. Dia juga tampan.

Pikiranku melayang-layang di toko kimchi tadi. Aku sangat senang bertemu namja itu. Kenapa aku tidak bertemu dengannya sejak dari kemarin.

(skip time)

Aku sampai dirumahku. Kubayarkan taxiku dan mulai masuk kerumah lewat pintu belakang. Aku tidak mau Appa dan Ummaku melihatku. Pasti aku akan dimarahi karena pulang terlalu malam.
Saat aku diam-diam akan melewari ruang tengah kudengar Appa dan Umma sedang bercakap-cakap. Sepertinya sedang ada tamu. Kuputuskan untuk mengintip sejenak di ruang tamu. Dan aku sangat terperangah dengan yang kulihat. Namja yang memberiku jaket sedang duduk dan bercakap-cakap dengan orang tuaku. Tanpa berpikir panjang aku keluar dari tempat persembunyianku (?).

“Kau,”

Bukan hanya appa dan umma yang terkejut dengan kehadiranku. Sepertinya namja itu juga terkejut dengan kehadiranku.

“Kau,” ucap namja itu.

“Kalian sudah saling mengenal?” Tanya ummaku.

Pandanganku memudar. Kepalaku sangat pusing saat ini. Perutku meronta-ronta. Aku tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan ummaku.
Pada akhirnya aku sudah tidak bisa lagi menyangga tubuhku. Aku terjatuh. Tapi ada seseorang yang menangkapku. Aku tidak bisa melihat siapa yang melakukannya namun bisa kurasakan aroma namja itu. Wangi dan hangat. Rasa nyaman menyelimutiku. Kulihat samar-samar namja itu sudah menggendongku menuju kamarku.

END YURI POV

KYUHYUN POV

Aku menggendong yeoja ini sampai kekamarnya. Wajahnya sangat pucat. Mungkin karena kedinginan.

“Tuan Cho terima kasih karena sudah menggendong Yuri kekamarnya,”

“Tidak masalah Tuan Kwon. Itu sudah kewajiban saya sebagai seorang namja,”

“Mianhae, anda tidak bisa mengajari Yuri sekarang. Sepertinya dia sedang kurang sehat,”

“Ne, tidak apa-apa nyonya Kwon,”

“Kebetulan saya punya satu permintaan Tuan Cho,” ucap appa Yuri kepadaku.

“Mwo? Permintaan?”

“Ne, aku ingin kau menjaga Yuri selama kami pergi ke Busan,”

“M…Mwo? Menjaga?”

“Ne, aku akan memberimu bayaran lebih,”

“Geurae?”

“Kau pikir aku bercanda?”

Aku mempertimbangkan permintaan Tuan Kwon. Memang ini kesempatan bagus untuk mendapatkan uang tambahan.

“Ne, aku menerima tawaran anda Tuan Kwon,”

“Hahahahaha, anak pintar. Mari kita keruang makan anda pasti belum makan kan?”

“Ne, Tuan Kwon,”

“Aku akan menjaga Yuri dulu. Kalian pergilah duluan,” ucap Nyonya Kwon.

Sebelum aku pergi meninggalkan Yuri dan Nyonya Kwon, aku melihat wajah Yuri yang pucat namun tetap cantik. ‘Semoga cepat sembuh Yuri Kwon’ ucapku dalam hati.

=TBC=

Huftt mian-mian… FF yang ini kurang panjang T.T
Aku lagi pingin update jadi aku masukin aja ff ini padahal gak harusnya ff ini muncul hari ini karena masih belum sempurna….
Padahal yang aku buat treasernya hard love dulu tapi yang terbit yang ini dulu….
Hehehehe… :D
RCLnya ya readers.
Don’t be a Siders….
Don’t bashing…
Don’t plagiat my fanfiction ^^ :D

Gomawo yang sudah komen :D

TREASER “HARD LOVE”

Title : Treaser HARD LOVE

Author : Raras a.k.a Park Hyun Mi

Main Cast :

* Kwon Yuri

* Cho Kyuhyun

Other Cast :

* Victoria Song

* Tiffany Hwang

* Choi Siwon

* Choi Sooyoung

* Kang-in

PG : 15+

Length : Sequel

Disclamer : all of plot is mine. The caracters is belong to God. DON’T BE A PLAGIATOR

Seorang yeoja bernama Kwon Yuri melarikan diri dari rumahnya karena perselisihan orang tuanya. Untuk sementara dia tinggal dirumah guru les yang sudah dipercayainya, Victoria.

Selama tinggal di rumah Victoria, Yuri bertemu dengan seorang namja bernama Cho Kyuhyun, sahabat kecil Victoria. Mereka berdua semain dekat dan menjadi sepasang kekasih.

Di lain pihak ternyata Victoria juga memendam rasa kepada Cho Kyuhyun.

Saat Victoria mengetahui hubungan Yuri dan Kyuhyun, Victoria merasa dikhianati. Victoria meminta Kyuhyun untuk memutuskan hubungannya dengan Yuri. Bahkan mengancam bunuh diri bila hubungan mereka tidak berakhir. Namun Kyuhyun yang sanga mencintai Yuri tidak bisa membiarkan hal itu terjadi namun Kyuhyun juga tidak bisa membiarkan sahabatnya mati bunuh diri hanya karena dirinya.

Apa yang terjadi selanjutnya? Pilihan mana yang akan dipilih Kyuhyun?

Nantikan Jawabannya.

:D

RCL  :D

STARRING :

KWON YURI

Melarikan diri dari rumah dan tinggal di rumah Victoria. Jatuh cinta kepada Kyuhyun.

 

CHO KYUHYUN

Orang yang disukai Yuri. Dia juga sangat mencintai Yuri. Disukai juga oleh Victoria.

 

VICTORIA SONG

Guru les Yuri yang perhatian. Bertepuk sebelah tangan dengan Kyuhyun.

TIFFANY HWANG

Sahabat baik Yuri. Yeoja yang sangat setia kepada sahabatnya.

CHOI SIWON

Namjachingu Tiffany. Sangat perhatian dan ramah kepada semua orang.

CHOI SOOYOUNG

Yuri’s Umma. Lebih mengutamakan makanan daripada suaminya.

KANG-IN

Yuri’s Appa. Sebetulnya sangat mencintai Sooyoung.

 

Oiya… Karena tanggal 9 Maret nanti Leader Kid kita ulang tahun. Hyun Mi mau ngucapin Happy Birthday buat onnie Taeng semoga tambah tinggi :D . Tunggu fanfict menariknya tanggal 9-03-2012.

Untuk Who Will I’ll Choose? kapan yah updatenya…. Nunggu waktu yang tepat dech #plakk #readers ngamuk#… Mian readers >.<

 

Lost in Love Part 2 of 2 (end)

 

Tittle : Lost in Love part 2 of 2
Author : Raras a.k.a Park Hyun Mi
Rating : PG-15
Length :Oneshoot
Genre : Romance (??)
Disclaimer : Semua plot punya saya dan cast punya Tuhan kecuali Minho

Main Cast :
- Kwon Yuri
- Choi Minho
Other Cast :
- Seohyun

Aku mau langsung publish part 2 nya yah !!! Silahkan baca !!

YURI POV
Duduk. Hanya itu yang kulakukan 3 jam ini. Mungkin Minho sudah pulang kerumahnya tanpa memikirkan aku. Aku tau tidak mungkin dia bisa mencintaiku. Aku hanyalah gadis biasa yang tidak cantik. Hari sudah mulai sore. Dan aku masih duduk di tepi air mancur ini.

Tak terasa air mataku menetesku lagi. Namun kali ini lebih banyak.

“MINHO, kenapa kau harus menyakitiku seperti ini…. Apa aku salah mencintaimu,”
Aku sudah tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarku. Aku terus menangis. Menangis. Menangis.

END YURI POV

*****

MINHO POV
Kenapa hari ini Yuri tidak masuk? Aku sudah menunggu di depan kelasnya sejak tadi pagi tapi aku belum melihatnya. Seo juga belum masuk. Yang ada hanya yeoja-yeoja yang daritadi melihat kearahku terus. Huh! Membosankan.

Yul cepatlah datang aku sudah rindu padamu.

Kulihat dari arah kiriku Seo datang dengan aura manisnya. Tapi aura manisnya seakan sedikit memudar pagi ini.

“Annyeong, Seo,”

“Annyeong,” balasnya lemah.

“Kau kenapa Seo?” tanyaku.

“Minho, aku bingung sejak kemarin Yuri temanku belum pulang kerumahnya. Sejak kemarin malam aku dan orangtua Yuri sibuk mencarinya tapi dia belum ketemu. Aku sangat takut Minho. Jangan-jangan dia jadi seperti itu gara-gara aku,”

“Mwo? Dia belum pulang dari kemarin?”

“Iya jadi begini ceritanya……” Seo menceritakan semuanya padaku termasuk ucapan Tiffany kepadanya.

Setelah Seo selesai bercerita aku langsung pergi meninggalkannya. Dia pasti bingung dengan tingkahku. Tapi aku lebih bingung dengan keadaan Yuri.

Aku meninggalkan sekolahku tepat gerbang pintu sekolah akan ditutup. Tak kupedulikan teriakan satpam-satpam yang memanggil-manggil ku. Saat ini Yuri lebih penting dari diriku sendiri. Aku mencarinya.
Jika kemarin Tiff bilang kalau Yuri pergi sambil menangis itu tandanya dia tidak akan berpikir dahulu kemana dia akan pergi. Ada kemungkinan dia tersesat. Aku harus berpikir arah mana yang akan kuambil bila aku sedang bingung dan tentu arah. Pasti aku akan berbelok setiap ada belokan. Atau kalau tidak aku akan berjalan lurus tanpa berbelok sedikitpun. Tapi perasaanku mengatakan aku harus berbelok setiap ada belokan. Tunggu Yuri aku akan segera datang.

*****

Aku sampai ditempat yang cukup ramai. Tapi aku melihat banyak orang yang mengerumuni tepi air mancur di daerah ini. Apa jangan-jangan itu? Tanpa pikir panjang lagi aku menghampiri kerumunan orang tersebut.

“Astaga, Yul,” aku melihat Yuri tidur di tepi air mancur sambil meringkuk kedinginan. Aku sedih melihatnya seperti ini.

“Mianhae, Yul,”

*****

Saat ini Yuri ada di ruang ICU. Keluarganya dan juga Seo ada disini.

“Aku sudah tau Minho kau adalah namjachingunya Yuri, mianhae tadi aku membuka hpmu yang tertinggal di mejaku saat aku bercerita tadi. Awalnya aku sedih kenapa selalu Yuri yang mendapatkan hal yang terbaik. Tapi aku salah, mendapatkan Yuri sebagai temanku adalah hal yang terbaik untukku. Aku benar-benar salut atas kesetiaanmu pada Yuri, Minho jaga Yuri dengan baik. Aku yakin dia akan bahagia bersamamu,” ucapnya penjang lebar yang hanya bisa kutanggapi dengan senyum. Aku sedang tidak bisa berkata apa-apa sekarang.
Aku hanya ingin Yuri ada disini.

*****

Dua hari berlalu, Yuri belum juga sadar.

“Yul, bangunlah,” bisikku ditelinganya lau mencium keningnya lembut.

Kulihat jarinya mulai sedikit bergerak-gerak. Kulihat juga matanya mulai terbuka perlahan. Aku pun tak bisa menepis rasa kebahagiaanku.

“Yul, kau sudah sadar,” kupeluk tubuhnya.

“Akan kutelepon umma dan appamu dulu ya,” ucapku padanya.

“Untuk, apa kau ada disini?” ucapan Yuri membuatku berhenti akan memencet tombol call.

“Apa kau bilang?”

“Kita putus Minho,”

“Yul? Apa kau amnesia?”

“Tidak,”

“Lalu mengapa kau memintaku untuk memutuskanmu?”

“Banyak hal yang tidak jelas di hubungan kita,”

“Maksudmu apa?”

“Aku tau kau selingkuh dibelakangku,”

“Selingkuh? Bagaimana kau bisa menyimpulkan aku selingkuh dengan orang lain?”

“Aku melihatmu berciuman dengan yeoja lain saat di taman,”

Air mata Yuri mulai menitik.

“Itu tidak seperti kelihatannya Yul.”

“Cukup Minho aku tidak ingin diganggu oleh siapapun hari ini, kuharap kau pulang kerumah sekarang,”

“Tapi Yul, kau salah paham,”

“Cukup, kumohon keluarlah,”

Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku melangkahkan kakiku ke pintu. Saat akan sampai dipintu, pintu tersebut terbuka dan muncullah Seohyun.

“Yul, kau sudah sadar? Hei aku sudah tahu hubunganmu dengan Minho, kurangajar sekali kau merahasiakannya dariku sahabatmu sendiri,”

“Kau tenang saja Seo, aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya. Jadi aku tidak merahasiakan apapun padamu,”

“MWO? PUTUS? ARE YOU CRAZY YURI? Setiap yeoja di IQ SCHOOL bermimpi untuk mendapatkannya dan kau malah memutuskannya,”

“Dia tidak mencintaiku Seo,”

“Kau salah Yuri,” aku mulai berbicara kembali. Keberanianku seakan timbul karena Seo.

“Iya kau salah Yul, dia sangat mencintaimu bahkan dia hampir tidak tidur demi menjagamu. Dia yang membawamu kesini Yul, dia yang mencarimu,” tambah Seo.

“Tapi dia berciuman dengan gadis lain,” ucap Yul sambil menangis.

“Kau salah penglihatan Yuri, dia memintaku untuk meniupkan matanya yang tiba-tiba terkena debu,” jelasku kepada Yuri.

“Kenapa dia memintamu? Kan masih banyak anak yeoja dan namja yang lain,”

“Karena dia adikku, namanya Hara,” ucapku, seketika itu Yuri berhenti menangis.

“Dan asal kau tahu kenapa aku bisa ada disitu? Aku tau itu tempat kesenanganmu. Aku menunggumu disana Yul, siapa tahu aku bisa
melihatku bidadariku,” aku menerangkan dengan sejujur-jujurnya.

“Tapi kenapa kau memintaku untuk merahasiakan hal ini pada teman-teman ku yang lain?”

“Yang pertama aku tidak ingin kau dicelakai oleh para fansku *narsisduluya*, aku takut terjadi sesuatu padamu, yang kedua jika aku
mengumumkan hal ini aku takut kalau hubungan kita tiba-tiba jadi merenggang atau bahkan putus karena ulah fansku, yang ketiga untuk apa kita harus memberitahu pada orang lain Yul, apa kau akan pamer bahwa kau mempunyai namjachingu yang tempan seperti aku,” kata-kata terakhirku telah membuat Yuri tersenyum.

“Jadi ini semua hanya salah paham,”

“Ne, Yul, I don’t want lost in love again with you, please give me apologize,”

“Of course,”

“Bagus ya, kalian tidak menganggap aku ada disini,”

“Mianhae Seo, gomawo ya sudah menyatukan kembali hubunganku dengan Yuri,”

“Ne, tapi aku punya satu permintaan, carikan juga aku namjachingu. Aku kan bosan melihat adegan romantis kalian berdua terus,”

“Tenang saja aku punya banyak koleksi namja, tapi ada satu namja yang pas untukmu dia adalah, Cho Kyuhyun, kau mau kukenalkan padanya?”

“Tentu saja,”

Kami tertawa bersama-sama.

Terimakasih Yuri kau telah membuatku berubah menjadi seseorang yang lebih baik. Kasih, sayang dan rasa cintamu telah tersalur dalam hatiku. Membuatku yakin kau adalah pilihan yang tepat. Mulai sekarang dan selamanya.

THE END